Akibat Sungai Cisanggarung Meluap Beberapa KA Menuju Daop 5 Terlambat

BanyumasNews.com, CIREBON – Akibat Sungai Cisanggarung meluap beberapa KA menuju Daop 5 Purwokerto mengalami keterlambatan. Manajemen KAI Daop 3 Cirebon pada Jumat (23/02/2018) mengabarkan kepada Daop 5 Purwokerto, bahwa petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Ciledug telah mendapat laporan dari warga sekitar, bahwa kondisi sungai Cisanggarung yang berlokasi antara Stasiun Ketenggungan – Ciledug meluap.

Laporan tersebut diteruskan kepada unit terkait untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan.
“Langka0h pengamanan terhadap perjalanan KA saat itu adalah dengan cara memberhentikan luar biasa di beberapa stasiun”, kata Ixfan Hendriwintoko, Manajer Humas PT KAI Daop 5.

Dikatakan, ada 6 KA yang terganggu yaitu
– KA 147 (Jaka Tingkir) terlambat 39 mnt (berhenti di km 253+9)
– KA 53 (Taksaka) andil 26 mnt (berhenti di stasiun Ketanggungan)
– KA 41 (Gajayana) andil 19 mnt (berhenti di stasiun Larangan)
– KA 9 (Argo Dwipangga) andil 8 mnt (berhenti di stasiun Songgom)
– KA 54 (Taksaka) andil 33 mnt (berhenti  di stasiun Ciledug)
– KA 8f (Argo Lawu fakultatif) andil 9 mnt (di stasiun Sindanglaut).

Pemantauan situasi dan kondisi di lapangan oleh dinas terkait (Daop 3 Cirebon) dilakukan dengan seksama. Perubahan yang terjadi pada pukul 01:52 dilaporkan perkembangan genangan air semakin meluap mendekati tubuh baan, kemudian untuk jalur hulu tepatnya di km 252+5 – 254+00 dipasang semboyan pembatas kecepatan 10 Km/jam. Hingga pada pukul 02.00 di tempat yang sama dilakukan pemasangan semboyan Stop atau penutupan jalur tidak bisa dilewati.

Dengan adanya peuntupan jalur di KM 252+5 sd 254+00 dampak gangguan perjalanan KA kembali terjadi sekira pukul 04:00 yaitu :
– KA 58 (Purwojaya) posisi sta Ciledug lambat 144 mnt
– KA 186 (Progo) posisi sta Ciledug lambat 124 mnt
– KA 43 (Bima) posisi sta Ketanggungan lambat 123 mnt

Berhubung banjir belum ada tanda-tanda surut dan mengakibatkan terjadinya gogosan di jalur rel, maka pada saat itu juga, diputuskan oleh Pengendali Pusat Bandung untuk merubah pola operasi. KA yang tadinya dari Cirebon ke Prupuk melewati Ciledug, menjadi dari Cirebon melewati Tegal dan berputar ke Prupuk.

“Dari peubahan pola operasi berdampak pada lama waktu tempuh, jika dalam kondisi normal dari Cirebon ke Prupuk hanya butuh waktu 1 jam, maka dengan memutar dari Cirebon ke Tegal butuh waktu 1 jam ditambah proses langsir posisi lokomotif butuh waktu 10 menit dan dari Tegal ke Prupuk juga membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam, jadi andil kelambatan atau waktu tempuh sekitar 2 jam 10 menit (130 menit)”, jelas Ixfan.

Diperkirakan rintang jalan (Rinja) adanya gangguan gogosan jalur rel tersebut 24 jam terhitung dari jam 06.00.

“Kami memohon maaf yang sebesar- besarnya kepada pelanggan kereta api atas ketidak nyamanan yang terjadi, dan prihatin karena kondisi alam yang kurang bersahabat ini menimbulkan gangguan”, tambah Ixfan.

Bencana terjadi di bebarapa daerah,  namun berdampak pada perjalanan KA khususnya yang melewati Daop 5 Purwokerto. Sehingga secara otomatis pelayanan KA terkait ketepatan dan kenyamanan tidak maksimal sesuai harapan pelanggan.  “Namun kami akan selalu berupaya melakukan layanan yang terbaik sesuai aturan yang ada, seperti pemberian service recovery jika kelambatan lebih dari 3 jam, kemudian pengembalian bea 100% bila pelanggan tidak berkenan berangkat, atau membatalkan tiketnya akibat dari gangguan tersbut”, pungkas Ixfan. (BNC/nan)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.