Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Muda Sehat Tanpa Minum Alkohol

Ribuan Botol dan Ratusan Liter Miras Dimusnahkan

BanyumasNews.com, PURWOKERTO- Butuh komitmen dan tanggung jawab bersama untuk menjadikan generasi muda yang sehat tanpa minuman beralkohol, dan memberikan pembinaan kepada tempat-tempat yang berpotensi menyimpan miras seperti tempat karaoke, kafe dan warung remang remang agar tidak memperjualbelikan minuman keras itu tanpa ijin.

Demikian dikatakan Plt Bupati Banyumas dr Buhi Setiawan dalam sambutannya pada acara pemusnahan sebanyak 4.030 botol dan 846 liter minuman keras (miras) di Jalan Alun-alun Purwokerto.

Pemusnahan miras itu dipimpin oleh Plt Bupati dan Jajaran Formkompinda, dilakukan usai upacara Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-447 Rabu (22/2/2018).

Pemusnahan miras dilakukan dengan dengan menggilas botol minuman beralkohol menggunakan bulldozer atau three wheel roller, dan membuang tuak dan ciu ke saluran pembuangan kemudian disemprot dengan air oleh Mobil Pemadam Kebakaran. Selanjutnya semua sisa-sisa hasil pemusnahan dibersihkan oleh Tenaga Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, untuk dibuang di TPA Kaliori Kecamatan Banyumas.

Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas mengatakan miras yang dimusnahkan merupakan hasil kegiatan operasi penertiban minuman beralkohol yang dilakukan mulai Oktober 2017 sampai dengan Februari 2018.

Minuman yang dimusnahkan antara lain untuk Golongan A (Kandungan alkohol sampai dengan 5%) sebanyak 1.020 botol, Golongan B (kandungan alkohol 5% sampai dengan 20%) sebanyak 3000 botol, Golongan C (kandungan alkohol 20% sampai 55%) sebanyak 10 botol, Tuak sebanyak 816 liter, dan Ciu sebanyak 30 liter.

Menurut Imam pemusnahan miras yang dilakukan mendasari Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas nomor 15 tahun 2014 tentang Pengendalian, Pengawasan dan Penertiban Peredaran Minuman Beralkohol.

“Tujuan dari operasi minuman keras ini adalah untuk mengurangi angka kriminalitas dan terutama banyak anak-anak muda yang pada malam hari minum-minuman keras kemudian akibatnya akan melakukan tindakan yang bersifat kriminal. Sehingga, tujuan nya untuk mengurangi kiminalitas itu dengan harapan ketertiban masyarakat ini bisa tercipta. Dan juga harapan kita agar mereka yang menjual minuman keras bisa mengajukan ijin dan tidak menjual minuman keras sacara ilegal,” tuturnya.

Imam mernambahkan barang barang tersebut merupakan hasil penertiban dilakukan di beberapa tempat yang disinyalir sebagai tempat transaksi miras, di wilayah perkotaan (esk Kotip Purwokerto) Baturraden, Sumbang, Rawalo, Ajibarang, Wangon, Sokaraja. Sedangkan tuak dan ciu, selain di wilyah eks Kotip Purwokerto, terbanyak adalah di wilayah Cilongok, Wangon, Ajibarang, Kalibagor dan Sumbang,” kata Imam.

Di bagian lain sambutan,  Plt Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan mengatakan berbagai tantangan penyakit masyarakat seperti miras masih menghantui masyarakat. Dia juga mengakui tidak mudah menghentikan peredaran miras di kalangan masyarakat. (BNC/ist/Bella Ayu Arista)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.