UKM/UMKM Banjarnegara Kembangkan Makanan Berbahan Mocaf

UKM/UMKM BANJARNEGARA KEMBANGKAN MOCAF

BanyumasNews.com, RAWALO – Pada stand Ekspo Kemandirian Ekonomi Santri HSN (Hari Santri Nasional) ke 3 di lapangan Desa Banjarparakan, Rawalo, Kabupaten Banyumas, dipamerkan prodak UKM/UMKM berupa makanan camilan berbahan mocaf seperti aneka kueh: Castengel, Nastar, Roll Egg, Lapis Legit, Brownies, Cenil Ireng, Klepon, Oyek dan lain-lainnya.

Ada juga camilan berbahan pendukung mocaf: ayam goreng kentucky, peyek kacang, kripik tempe, jamur goreng tepung dan lain-lainnya.

Maesaroh, pengunjung stan bertestimoni, “Rasa kueh lapis legit berbahan mocaf tidak beda dengan yang berbahan terigu/gandum. Nyong nek ora detidhoki roti lapis legit kiye bahane sekang glepung boled ora ngerti lamon glepunge sekang boled. Wong genah rasana babar blas ora beda karo roti lapis legit sekang gandum,” ucapnya.

Sedangkan Jumirah, pengunjung stan lainnya bertestimoni sama dengan Maesaroh. “Yakin, nyong ora ngira babar pisan lamon ayam goreng kentucky kiye glepunge sekang olahan boled. Ujarku glepunge gandum. Rasanya lebih maknyus jika dibandingkan dengan ayam goreng kentucky bertepung trigu. Malah lebih lebih crispy.”

Aneka makanan dengan bahan mocaf

Mocaf, menurut Fajar Kepala Seksi Agro Industri Disperindagkop Kabupaten Banjarnegara, yang mendampingi pelaku UKM/UMKM Banjarnegara menggarisbawahi keistimewaan Mocaf. Mocaf lebih menyehatkan pada sistim pencernaan, karena tidak mengandung gluten yang menyebabkan gagal pencernaan.

Lanjut Fajar, jika prodaknya dan pemasarannya dikembangkan, akan menguntungkan para pelaku UKM/UKM dan petani singkong. Sejak tahun 2012, intansinya telah mulai membina UKM/UMKM berprodak mocaf.

Tak lupa, ia juga membina petani singkong. Harapan besarnya, Mocaf dapat menggantikan fungsi tepung trigu/gandum yang merupakan prodak impor. Mocaf (Modified Cassafa Flour) lain dengan tepung aci yang diproses dari gaplek singkong. Mocaf, diproses tanpa melalu proses penggaplekkan, tetapi langsung dari singkong segar menggunakan agen hayati tanpa zat kimia sedikitpun.

Menurut Djoko Juniwarto, Kepala Unit Pengembangan Ekonomi KPw BI Purwokerto yang bertindak selaku project officer program Local Economi Development (LED), bersama TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kabupaten Banjarnegara tengah melanjutkan rintisan-rintisan pengembangan UKM/UMKM berprodak mocaf yang telah dilakukan oleh Pemkab Banjarnegara. Program LED sesuai program Bank Indonesia Pusat.

Lewat instansinya, Djoko telah membantu peralatan produksi seperti mesin penggiling, oven, dapur higienis serta bimbingan menejemen dan pemasaran. Ia telah mengajak para pelaku UKM/UMKM mengikuti berbagai pameran. Kantornya akan membina selama 3 tahun sampai mandiri.

Lanjut Djoko, program LED diterapkan agar program diversifikasi pangan bisa menjawab persoalan. Dengan demikian, ketergantungan pada tepung terigu yang sangat besar dapat dihindari. Padahal, impor terigu secara terus menerus akibatkan devisa negara. Secara terus menerus pula.

“Karena harga mocaf prodak UKM/UMKM masih berkisar 10 ribu rupiah per kilo gram sedangkan harga terigu 8 ribu rupiah per kilo gram, maka kita perlu bermitra strategis dengan swasta,” kata Djoko. (BnC/Hari Widiyanto)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.