Dindikbud Purbalingga Tandatangani Kerjasama dengan ISI Surakarta 

PURBALINGGA, BNC – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan –  Institut Seni Indonesia (LPPMPP ISI) Surakarta,  menjalin kerjasama  dalam rangka pelestarian dan peningkatan potensi nilai seni dan budaya.   
Naskah kerjasama yang berlaku untuk satu tahun ke depan itu ditandatangani oleh Kepala Dindikbud Purbalingga,Heriyanto, S.Pd, M.Si dan Ketua LPPMPP ISI Surakarta, Dr RM Pramutomo,M.Hum, di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Senin (16/10/2017).
Ikut menyaksikan penandatangan itu, Bupati Purbalingga, Tasdi,SH MM, dan Rektor ISI Surakarta, Dr. Guntur, M.Hum
Hadir pula dalam  kesempatan itu, mantan Rektor ISI Surakarta, Prof. Dr. Hj. Sri Rochana Widyastutieningrum, S.Kar., M.Hum dan jajaran dosen ISI Surakarta,para kepala SMP se Purbalingga, dan kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, serta sejumlah kepala Sekolah Dasar.
Ikut memeriahkan acara itu, penampilan grup karawitan gabungan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP Purbalingga dan MGMP Seni Budaya SMP Purbalingga. Mereka membawakan gending-gending Banyumasan, seprti Gugur Gunung, Lancaran Bendrong Kulon, Lancaran Eling-eling, Lancaran Ricik-ricik, dan Lancaran Siji Lima.
Bupati Tasdi berharap, kerjasama pelestarian  dan peningkatan potensi nilai seni dan budaya dapat memberikan manfaat bersama.
Bentuk kerjasama antara dua lembaga itu, diantaranya ISI Surakarta akan dilibatkan pada pelaksaaan peringatan hari jadi Purbalingga,  Desember mendatang.
“Nanti akan ada lomba karawitan antar Organisasi Perangkat Daerah  (OPD). Dan dosen-dosen ISI nantinya akan dilibatkan untuk memberikan pelatihan, pengembangan dan pelestarian seni dan budaya yang ada di Purbalingga. Kami mohon  juga kepada bapak -ibu kepala sekolah untuk bisa memanfaatkan kerjasama ini,”  harap Bupati Tasdi.
Tasdi bertekad, pihaknya akan terus mengembangkan,khususnya seni karawitan, agar tetap lestari dan digemari generasi muda dan masyarakat umum.Untuk itu, saat ini dari 18 kecamatan yang ada di Purbalingga, secara bertahap dilengkapi dengan seperangkat gamelan.
“Kepada masyarakat,silahkan manfaatkan gamelan yang ada  di setiap kecamatan  untuk berlatih karawitan. Jangan sampai seni karawitan yang merupakan seni adiluhung milik bangsa Indonesia,  diklaim milik asing,” ujar Tasdi.
Upaya melestarikan seni karawitan itu,lanjut Tasdi, terkait juga dengan pengembangan pariwisata di Purbalingga.  Saat ini, Kabupaten Purbalingga merupakan destinasi ke empat kunjungan wisata di Jateng, setelah kota Magelang dengan Candi Borobudurnya, Kota Surakarta, dan Kota Semarang.
“Pariwisata,seni dan budaya di Purbalingga akan terus kami kembangkan, agar Purbalingga semakin dikenal luas di tingkat regional, nasional hingga internasional,”  tekad Bupati Tasdi. (tgr)

Keterangan foto: Foto:

1.Penandatanganan naskah kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga dengan LPPMPP ISI Surakarta.

2.Grup karawitan gabungan MGMP Bahasa Jawa SMP Purbalingga dengan MGMP Seni Budaya SMP Purbalingga ikut mengisi acara penandatanganan naskah kerjasama itu.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.