Tanjung Karang Bata: Jejak Gunung Api Purba yang Hampir Punah

BanyumasNews.com, KEBUMEN – Jejak gunung api purba yang hampir punah telah menyentak dosen dan mahasiswa Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman  (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, saat merdeka melakukan survey.

Fadlin, ST., M.Eng, dosen Teknik Geologi Unsoed, bersama 4 mahasiswanya, Jiwo Kusumo, Yoga, Dika, dan Trifatama Rahmalia melaksanakan survey kajian “Jejak Gunung Api Purba Yang Hampir Punah” di Tanjung Karang Bata yang berada di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Fadlin, ST, M.Eng. yang memiliki bidang keahlian Geokimia Umum, Vulkanologi, Geologi Eksplorasi, dan Endapan Mineral, sehari-harinya tergabung sebagai anggota asosiasi IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia).

Fadlin bersama mahasiswa UNSOED

Pria yang lahir di Bima, 14 April 1982, ini melihat adanya potensi yang tersembunyi
saat survey melakukan kajian “Jejak Gunung Api Purba Yang Hampir Punah” di Tanjung Karang Bata itu.

Gunung api aktif maupun gunung api purba merupakan salah satu potensi geowisata yang cukup menarik untuk dikembangkan di Pulau Jawa, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Akhir-akhir ini memang menjadi topik perbincangan menarik wisatawan lokal dan kalangan travellers, seperti gunung api purba Ngelanggaran di Wonosari Yogyakarta.

Menurut Fadlin, keberadaan fenomena geologi tersebut dikontrol oleh aktivitas tektonik sejak jutaan bahkan puluhan juta tahun lalu, dan seyogyanya dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai sumber daya untuk pengembangan ilmu pengetahuan. “Juga untuk mendukung pengembangan objek wisata alam beraspek geologi yang lebih dikenal sebagai geowisata”, katanya.

Tanjung Karang Bata merupakan fenomena geologi yang cukup unik, berupa lava dengan tekstur kekar kolom (Colummnar Joint) dengan bentuk persegi enam (hexagonal) yang tersusun indah dan berbaris begitu rapi memagari ombak yang menerjang kuat ke arah perbukitan Manganti.

Lava dengan tekstur kekar kolom ini merupakan salah satu bukti jejak kehadiran gunungapi purba yang terdapat di Dome Karangbolong Kebumen, yang terbentuk kurang lebih 50 juta tahun yang lalu.Fadlin melihat, kondisi saat ini Tanjung Karangbata sudah mengalami abrasi yang cukup kuat, sehingga lama kelamaan akan habis tergerus ombak mengingat kondisinya yang terlapukan sangat kuat atau sudah cukup rapuh.

Fadlin berpendapat pemerintah setempat perlu melakukan kegiatan Konservasi Geologi terhadap objek Geowisata tersebut.

“Tujuannya untuk mengelola, menjaga dan melestarikan keberadaan objek Geowisata Tanjung Karangbata yang mempunyai keunikan, kelangkaan, dan keajaiban secara fenomena alam yang bernilai tinggi ditinjau dari aspek geologi”, kata Fadlin. (BNC/Alief Einstein)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.