Kampung Tusuk Sate Kewalahan Penuhi Pesanan

Kampung Tusuk sate

BanyumasNews.com, KALIBAGOR – Biasanya saat merayakan hari raya qurban tidak lepas dari acara membakar sate. Tak heran jika tusuk sate laris manis di pasaran.

Di Banyumas, Jawa Tengah, ada kampung yang dikenal dengan nama kampung tusuk sate, karena warganya sebagian besar menjadi perajin tusuk sate. Dalam sepekan terakhir ini mereka kewalahan melayani pesanan.

Namanya desa Pajerukan, masuk kecamatan Kalibagor, selatan Sokaraja, yang dikenal sebagai kampung tusuk sate. Tusuk sate yang sebenarnya, bukan istilah untuk posisi sebuah tanah atau lahan yang kena ‘pentogan’ jalan.

Tusuk sate
Wanita perajin tusuk sate di Pajerukan Kalibagor tengah meruncingkan bambu
Kegiatan perajin tusuk sate di Pajerukan

Memasuki desa ini, di sepanjang jalan banyak ditemui pohon bambu. Bambu inilah yang menjadi bahan pembuatan tusuk sate. Warga setempat menyebutnya dengan bambu lagi.

Menurut Slamet, Kepala Desa Pajerukan, ada sekitar dua ratus lebih warga yang menjadi perajin yang memproduksi tusuk sate ini.

Cara pembuatan tusuk sate, setelah bambu dipotong sesuai ukuran panjangnya, kemudian dibagi lagi menjadi lebih kecil. Sebelum dibuat runcing, lebih dulu dijemur.

Proses peruncingan dilakukan dengan menggunakan mesin. Proses terakhir dengan memasukkan tusuk sate ke dalam alat untuk membuang kotoran atau serbuk bambu yang masih menempel sehingga menjadi bersih dan siap digunakan.

Menurut salah satu perajin, Sugeng, dalam sehari ia mampu membuat sepuluh ribu tusuk sate. “Namun menjelang hari raya korban, saya kewalahan karena pesanan dua kali lipat”, katanya, Rabu (30/08/2017).

Harga tusuk sate ini tergolong murah. Karena satu ikat yang berisi seratus tusuk sate harganya hanya Rp 6 Ribu. Para pembeli tusuk sate ini tidak hanya dari Banyumas, tapi dari luar daerah seperti Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta.

Camat Kalobagor Siswoyo mengapresiasi kegiatan usaha warganya tersebut. Namun sayang para perajin selama ini sudah dikuasai para pengijon yang memberikan modal dan menjual hasil karya mereka.

Karena itu pemerintah akan memberikan bantuan modal bagi perajin tusuk sate agar bisa menjual produk mereka sendiri. (BNC/nan)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.