Dirut PT SAE: Proyek PLTP Tetap Jalan

BanyumasNews.com, Direktrur PT. SAE Bergas Rohadi menjelaskan pembangunan PLTP Baturaden berjalan sesuai dengan aturan yang ada, sehingga minim terjadi kerusakan alam. Selain itu pihaknya akan melakukan penanaman pohon atau reboisasi dua kali lipat di lahan yang digunakan, sesuai dengan kententuan.

Dari 24.800 hektar, ijin wilayah kerja pertambangan hanya 448 hektar sebagai lahan yang digunakan untuk eksplorasi, dan pembangunan infrastuktur.

“Lahan yang digunakan juga semakin sempit yakni satu sumur panas bumi hanya memerlukan lahan 45 hektar. Untuk tahap pertama PT. SAE akan membangun tiga sumur panas bumi, dengan potensi listrik yang dihasilkan mencapai 220 MW,” ujar Bergas usai mengikuti acara silaturahmi dengan warga dan tokoh masyarakat di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Kamis (27/07/2017) kemarin.

Bergas juga menegaskan meski ada aksi penolakan, namun proses eksplorasi terus berjalan. Dengan target mulai berproduksi April 2018, sesuai dengan kesepakan dengan Pemerintah dan PLN sebagai pembeli listrik. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Pulau Jawa.

“Dari 24.800 hektar, tidak akan dibabat seluruh hutannya. Yang dimintakan ijinya UKL – UPL 665 hektar, lalu ijin UKL- UPL ini menjadi acuan oleh Kementrian Kehutanan. Ijin yang diberikan kepada kami adalah 445 hektar”, katanya.

Salah satu peserta pertemuan yang menolak, Agung Wijaksono, mengatakan tetap menolak keberadaan pembangunan PLTP, karena menurutnya merusak keberadaan ekosistem, ekosistem. “Khususnya keberadaan sumber air di lereng Gunung Slamet”, tegasnya

Proyek PLTP BaturadenD
Demo tolak PLTP Baturradens

Seperti diketahui pekan kemarin ratusan mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi penolakan PLTP. Aksi ini dilakukan dari siang hari hingga malam hari. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.