Purbalingga Gunakan Aplikasi SP2D Online | Kedua di Jateng Setelah Semarang

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga menjadi pemkab kedua setelah Kota Semarang yang menerapkan pemanfaatan aplikasi SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) Online dengan MoU BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan). Launching penggunaan aplikasi SP2D Online dilakukan langsung oleh Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM di Ruang Rapat Bupati Gedung A Setda Purbalingga, Rabu (12/7/2017).

Dikatakan Bupati,  SP2D online merupakan perwujudan azas transparansi dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah, sekaligus untuk mewujudkan misi pertama menyelenggarakan pemerintahan yang profesional, efektif, bersih dan demokratis. “SP2D Online hadir untuk mewujudkan misi yang pertama. Monggo kita punya 167 OPD tidak hanya bergerak untuk menghabiskan anggaran. Kita harus bergerak juga mencari inovasi-inovasi baru untuk mewujudkan pemerintahan yang profesional, efektif, bersih dan demokratis,” katanya.

Menurut Bupati Tasdi, dirinya sangat berkomitmen menjadikan Kabupaten Purbalingga sebagai smart city yang mampu memanfaatkan teknologi informasi (IT) dalam berbagai lini pelayanan publik. Tasdi melanjutkan, nantinya tidak  hanya sektor pengeluaran saja, pendapatan daerah juga harus memiliki aplikasi berbasis IT, termasuk sistem informasi kepegawaian, info pasar dan lainnya.

“Saya berharap tidak hanya sebatas acara ceremonial saja, tapi yang lebih penting bagaimana ada percepatan. Cairnya cepat, penggunaanya cepat, penyerapannya cepat, tentu pembangunannya akan lebih maju. Nanti di bidang pendapatan, penerimaan pajak harus online dan retribusi juga online. Kita harus memasuki era IT dalam mewujudkan transparansi anggaran dan pemerintahan yang profesional. Ini baru mulai, baru pemanasan,” tandasnya.

Purbalingga menjadi pemda kedua setelah kota Semarang yang memanfaatkan SP2D online

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Drs Subeno, SE, MSi mengatakan penerapan SP2D Online telah melalui proses yang cukup panjang. Mulai 2014, Bakeuda yang dulu bernama DPPKAD menerapkan SIPDK (Sistem Informasi Keuangan Pemerintah Daerah) secara manual, kemudian pada 2015 memanfaatkan Simda BPKP, 2016 Simda Online, dan mulai 2017 melaksanakan aplikasi CMS SP2D online bekerjasama dengan BPKP secara integrated dengan simda keuangan.

Pada Juni 2017 dilakukan penandatanganan kerjasama antara Pemda, BPKP dan Bank Jateng. Kemudian pada Juli usai lebaran dilakukan uji coba akhir dengan tim IT Bank Jateng dan launching pada 12 Juli ini.

“Purbalingga menjadi Pemda kedua setelah Pemkot Semarang yang menerapkan SP2D Online dengan MoU BPKP. Artinya SP2D Online yang dibackup BPKP baru Pemkot Semarang dan Kabupaten Purbalingga”, katanya. (BNC/*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.