Jumlah Korban Keracunan Sop Buah di Ajibarang Terus Bertambah

BanyumasNews.com, AJIBARANG – Jumlah korban keracunan akibat mengkonsumsi sop buah di Ajibarang terus bertambah. Hingga Selasa (13/06/2017) dini hari sudah 43 warga yang diperiksa dan 23 korban diantaranya masih dirawat di RSUD Ajibarang.

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah Senin (12/06/2017) malam mengunjungi korban yang dirawat di RSUD. Kapolres meminta agar korban dirawat dengan serius. Ia juga menjelaskan polisi telah mengirim sample sip buah yang berisi agar-agar, susu, gula, sirup dan santan itu ke laboratorium.

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah membesuk korban keracunan sop buah di RSUD Ajibarang Senin malam (12/06/2017)

Seperti diberitakan, warga desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, dilarikan ke rumah sakit umum daerah Ajibarang akibat keracunan setelah mengkonsumsi sop buah. Mereka ditempatkan di ruang UGD dan ruang perawatan.

Menurut Kuswan, warga setempat, keracunan terjadi saat warga tengah menghadiri acara hajatan tujuh bulanan kehamilan. “Dalam acara tujuh bulanan sekaligus buka bersama ini warga disuguhi sop buah”, katanya.

Di antara korban keracunan sop buah adalah balita, yang kini dirawat intensif

Semula warga belum merasakan apa-apa saat berada di lokasi acara. Namun beberapa jam kemudian beberapa  warga mulai merasakan mual dan pusing. Bidan Desa Ciberung, Umi, mengatakan satu per satu warga akhirnya dibawa ke Puskesmas dan RSUD Ajibarang untuk mendapat perawatan.

Sementara itu menurut dokter Akhmad Hermanto, Kasi Penunjang Medis RSUD Ajibarang, mengatakan penyebab keracunan itu akibat intoksikasi atau keracunan, berupa masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. “Semua.bisa kita tangani, dua diantaranya balita dan dalam pengawasan khusus” ujarnya kepada BanyumasNews.com.

Polisi sebagaimana disampaikan Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah masih memeriksa sample sop buah dan meminta keterangan sejumlah saksi. “Sample kita bawa ke laboratorium untuk diperiksa”, katanya. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.