Pasar Kaget Ramadhan Berdayakan Ekonomi Ummat


Pasar
kaget yang muncul di setiap Ramadhan, berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi ummat. (foto pasar kaget tahun lalu – FB)

Banyumasnews.com, PEKUNCEN – Bulan Ramadhan bagi ummat muslim menjanjikan banyak keuntungan. Tak hanya keuntungan ukhrowi dengan menjalankan ibadah puasa dan amaliyah lainnya, tapi juga keuntungan secara duniawi. Masyarakat muslim selama berpuasa membutuhkan aneka takjil, sayur, lauk pauk untuk berbuka puasa dan sahur. Fenomena itu mendorong masyarakat  berjiwa bisnis saling berlomba menjaring peruntungan melalui berbagai usaha di bulan puasa.

Tanggap pada kondisi itu, Kelompok Tadarus & Wirausaha Darussalam (KTWD) Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Pasar Kagét ke- 8 selama Ramadhan. Kegiatan tahunan ini berlangsung mulai 27 Mei hingga 24 Juni 2017, setiap hari menjelang Ashar hingga Maghrib, bertempat di halaman masjid Darussalam Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jateng.

“Kegiatan ini sebagai satu kiat untuk pemberdayaan ekonomi ummat dalam usaha mengelola modal kecilnya  melalui penyediaan sarana bagi para pedagang dadakan untuk berjualan aneka kebutuhan berbuka puasa dan sahur di bulan Rsmadhan,” kata Ketua KTWD, Irfan Rifa’i usai pertemuan dengan para pedagang Pasar Kaget.

Sejumlah pekerja tengah mempersiapkan tempat pasar kaget 2017 (FB)

Selain itu, lanjut Irfan, diadakannya Pasar Kagét ini untuk mengenalkan kepada masyarakat aneka  produk dagang dan jasa dari para pedagang atau pengusaha di wilayah Kecamatan Pekuncen dan sekitarnya. Bahkan, terbuka pula bagi pengusaha dari daerah lain untuk memasarkan produknya.

“Pasar kaget Ramadhan juga wujud kepedulian kami terhadap masyarakat  dalam memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan positif  dan mendidik serta bermanfaat,” tandas pemilik layanan jasa Ipank Service ini.

Kegiatan Pasar Kaget rutin digelar sejak Ramadhan 2010. Tempat yang strategis dan representative karena berada di samping ruas jalan alternative Bumiayu- Purwokerto, sehingga mudah diakses masyarakat dari berbagai penjuru di wilayah Kecamatan Pekuncen dan sekitarnya.

Hal itu berdampak positif  terhadap animo masyarakat dalam berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa dan sahur. Tersedianya area parkir  kendaraan  yang luas dan aman juga membuat pengunjung pasar kaget merasa nyaman meski harus berdesak-desakan untuk membeli jajanan kesukaan.

“Kegiatan Ramadhan berbasis amal kreatif ini sejak pertama diselenggarakan hingga tahun ke delapan selalu dibuka secara resmi oleh pejabat tinggi baik Camat Pekuncen maupun Bupati Banyumas, serta diberitakan di media cetak, on line maupun televisi. Hal itu berdampak positif khususnya bagi pengusaha untuk mempromosikan produk dagangnya,” kata Ketua Panitia pasar Kaget 8, Riyanto.

Setiap tahunnya, jelas Yanto, jumlah pedagang yang mendaftar semakin melebihi kuota. Namun panitia hanya mampu menyediakan 30 lapak. Itupun hanya untuk sekitar 25 pedagang. Sebab ada beberapa pedagang yang menyewa dua lapak dijadikan satu.  Ongkos sewa perlapak hanya Rp 200.000 selama sebulan. Panitia juga menghimbau kepada para pedagang agar lebih kreatif  dalam menyediakan berbagai macam hasil olahan jajanan untuk berbuka. Agar pengunjung  dimanjakan oleh banyaknya pilihan makanan yang tersedia. Hal itu akan berdampak pada animo masyarakat tanpa merasa bosan karena menu atau jajanan yang tersedia tidak itu-itu saja.

Aneka makanan olahan yang dijual para pedagang di Pasar Kaget seperti aneka kolak, es buah, mendoan, tahu isi, risoles, nadin (nuget budin), batagor goreng, batagor kuah, siomay, tahu aci, tahu ayam, tahu kemriyuk, sosis bakar, martabak unyil, cendhol, cimol, es pisang ijo. Serta lauk-pauk dan sayur berbagai macam olahan. Harganya terjangkau dan masakan serba baru.

“Panitia membuat tata tertib, salah satunya pedagang tidak boleh menjual makanan atau jajanan basi. Jika ada complain dari pengunjung gara-gara itu, yang bersangkutan dapat sanksi,” tandas Riyanto.

Sekalipun jadwal buka Pasar Kagét hanya beberapa jam, dari pukul 15.00 WIB hingga waktu berbuka puasa tiba, namun penghasilan para pedagang tidak mengecewakan. Terbukti sejak pertama diadakan hingga Pasar Kaget ke-8 tidak ada pedagang yang merasa kapok dan tidak berjualan lagi. Justru sebaliknya, banyak pedagang baru yang mendaftar namun terpaksa ditolak lantaran tempatnya terbatas.

Jalinan ukhuwah antar pedagang maupun pedagang dengan masyarakat selaku konsumen pun terjalin dengan baik.  “Biasanya kalau ada sisa beberapa bungkus jajanan seperti  kolak,  sayur berkuah atau mendoan tidak dibawa pulang melainkan disedekahkah ke sesama pedagang, jamaah masjid atau tetangga yang mau. Meskipun nggak untung uang asal dapat pahala,” tutur Sri Maryati, penjual martabak unyil. (Hamidin Krazan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.