Antisipasi Angkutan Lebaran 2017, Manajemen KAI Daop 5 Inspeksi Lintas Tegal-Purwokerto

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Guna antisipasi pelaksanaan angkutan Hari Raya Idul Fitri 1438 H / lebaran 2017, manajemen PT KAI Daop 5 Purwokerto, melakukan inspeksi lintas Tegal-Purwokerto, pada Selasa (23/5/17) pagi hingga siang.

Manager Humas Daop 5 Ixfan Hendriwintoko mengatakan, inspeksi menggunakan dresin relasi Tegal s/d Purwokerto, berangkat dari Tegal pada pukul 08.00 WIB. Inspeksi selain memantau kesiapan pelayanan stasiun, juga terkait pekerjaan pembuatan fly over (perlintasan yang tidak sebidang).

“Secara umum pelayanan stasiun sudah sesuai PM no 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM) angkutan penumpang dengan kereta api, namun untuk fly over masih proses pengerjaan”, kata Ixfan.

Dikatakan, pembangunan tol Pejagan -Pemalang di Adiwerna (antara Slawi – Tegal) telah tersambung antara km 8+0/1. Tol tersebut dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

Dalam perjalanan inspeksi sampai di stasiun Slawi ada 50 jalur perlintasan (jpl) yang dijaga maupun yang tak terjaga. Yang terjaga ada11 (KAI 6, Pemda 2, Dishub 3, Op 2).

Selanjutnya, di antara Tegal – Slawi area deket pasar Banjaran ditemukan banyak pengguna jalan yang melanggar, seperti masuk mendekat jalur atau di dalam palang pintu saat dresin akan lewat.

“Ini menunjukan kesadaran tertib berlalulintas kurang. Setiap pelanggaran akan berpotensi bahaya, untuk itu saya tekankan para pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan, dan patuhi rambu-rambu yang ada”, himbau Ixfan.

Progres Flyover

Flyover Klonengan antara Prupuk – Slawi km 291+955, untuk menghilangkan perlintasan sebidang di JPL 283, target girder terpasang semua pada tanggal 27/5/2017. Hal itu dituturkan Anwir, deputy proyek manager PT Hutama Karya, saat dimintai konfirmasi oleh VP Daop 5 Dwi Erni Ratnawati, yang saat itu juga berada di area pekerjaan berlangsung.

Flyover Klonengan Prupuk

Flyover Kesambi yang dibangun oleh PT Abipraya untuk menghilangkan perlintasan sebidang di JPL no 288 Km 295+656, telah tersambung.

Sementara itu flyover Kretek di km 322+865 untuk menghilangkan JPL No 322 penghubung antara Kretek Patuguran yang dibangun oleh PT Adikarya belum tersambung.

Fly Over Kretek dinilai paling lambat diantara flyover lainnya, 

Menurut pantauan manajemen Daop 5, pelaksanaan perkerjaan di Kretek dipandang agak lambat.

Dari ke empat pekerjaan tersebut, kata Ixfan, hanya yang di Kretek girder belum terpasang semuanya. PT KAI menyampaikan pada dinas terkait untuk mengontrol agar semua pekerjaan pembangunan flyover bisa selesai serentak sebelum masa angkutan lebaran.

VP Daop 5 Dwi Erni Ratnawati mengatakan kekhawatirannya proyek tersebut belum selesai sebelum lebaran. “Jika sampai menjelang masa angkutan lebaran belum selesai, khawatir akan ada perintah dari pusat untuk penghentian, dan waktu penyelesaianya akan molor lagi”, himbau Dwi Erni Ratnawati. (BNC/nan/foto: puh)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.