Program Bela-beli Purbalingga Menginspirasi Peserta Diklatpim Banyumas

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Program Bela-beli Purbalingga yang diluncurkan pada bulan Januari 2017, menjadi inspirasi peserta Diklatpim IV Kabupaten Banyumas untuk berkunjung ke Purbalingga. Program tersebut telah ikut mengangkat harkat (Usaha Kecil Mikro) UKM untuk bisa bersaing dengan pemodal besar lainnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Banyumas, Ahmad Supartono, saat memimpin kegiatan visitasi/kunjungan peserta Diklatpim IV Kabupaten Banyumas, mengatakan kebijakan Bela Beli Purbalingga yang diterapkan oleh Pemkab Purbalingga sangat menginspirasi. Ia berharap visitasinya dapat memberikan ilmu dan manfaat kepada peserta diklatpim IV.

“Selain sebagai silaturahmi, kegiatan ini merupakan inspirasi para peserta, sehingga nantinya usai mengikuti kegiatan tersebut dapat diadopsi di Kabupaten Banyumas,” katanya di Operation Room Graha Adiguna Komplek Pendapa Dipokusumo Purbalingga Rabu (5/4/2017).

Kegiatan kunjungan diikuti sebanyak 30 peserta.

Wakil Bupati, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan Program bela-beli Purbalingga merupakan program mendorong ekonomi kerakyatan yang erat kaitannya dengan UKM. Program ini digulirkan juga terkait dengan angka kemiskinan di Purbalingga cukup tinggi yakni pada Tahun 2015 mencapai 19,75 persen. Angka kemiskinan tertinggi se-eks Karesidenan Banyumas dan nomor empat se-Jawa Tengah.

“Oleh karena itu, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran menjadi program prioritas utama saya bersama Bupati,” katanya.

Wabup Tiwi menerima junjungan Diklatpim IV Banyumas

Wabup menambahkan untuk pengembangan UKM, Pemkab juga mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM. Kemudian Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 31 Tahun 2017 tentang kebijakan Bela Beli Purbalingga. Serta perubahan OPD yang membawahi UKM yang semula dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjadi Dinas Koperasi dan UKM.

“Kebijakan tersebut di buat agar warga Purbalingga mencintai produk-produk lokal Purbalingga, seperti kuliner, batik, kerajian sapu dan produk-produk UKM lainnya. Kemudian kewajiban OPD untuk selalu menggunakan prodak lokal disetiap kegiatannya,” pungkasnya. (BNC/Kim/Sap’S)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.