Kakak Beradik Penderita Lumpuh dari Keluarga Miskin Butuh Perhatian

 

BanyumasNews.com, GUMELAR – Potret kemiskinan masih banyak ditemukan di negeri ini. Potret buram negeri yang katanya subur gemah ripah loh jinawi, kaya dengan sumber alam, namun tidak bisa dirasakan rakyat bawah karena korupsi masih merajalela. Terakhir berita korupsi E KTP yang mencapai trilyunan rupiah.

Di Banyumas, Jawa Tengah, dua kakak beradik dari keluarga miskin menderita kelumpuhan. Sementara ibu dan neneknya yang selama ini merawat mereka jatuh sakit, yang diduga karena kelelahan merawat kedua anak tersebut.

Sudah puluhan tahun, Wasun bersama isterinya Sakinah, warga dusun Tlewah, Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merawat kedua anaknya yang menderita lumpuh itu, yakni Agus Suprianto dan Julianto.

Namun akhir-akhir ini tubuh Sakinah makin ringkih karena harus merawat mulai dari memandikan, menyuapi, hingga hal-hal kecil yang tidak bisa dilakukan kedua anaknya itu.

Sakinah menuturkan, Agus Suprianto dan Julianto menderita lumpuh dan kondisinya kini makin parah, karena sudah lama sekali tak bisa menggerakkan kakinya. Begitu pula tangannya sulit digerakkan.

“Kedua anak saya ini harus digotong setiap kali mau berpindah tempat”, kata Sakinah dengan raut kepasrahan.

Untuk meringankan beban itu, kelurga Wasun kemudian mengungsi ke rumah nenek kedua anak itu, yakni orang tua Sakinah. Namun karena kelelahan mengurus kedua anak itu, sang ibu dan neneknya pun jatuh sakit, sementara Wasun harus banting tulang bekerja serabutan untuk menafkahi dua anaknya, isteri dan mertuanya alias nenek kedua bocah itu.

Menurut Sakinah lagi, kedua anaknya mengalami kelumpuhan sejak usia 9 tahun. “Dua-duanya saat itu sedang senang-senangnya sekolah, terpaksa harus putus di tengah jalan”, lanjutnya.

Namun sedikit beruntung untuk Julianto, sang adik, seperti dituturkan Dwiyanto guru SD setempat masih diakui sebagai siswa SD dengan mendapat bimbingan khusus pihak sekolah. Sementara Agus Suprianto sudah putus sekolah sejak kelas 4 SD.

Terkait kondisi warganya itu Kepala Desa Gumelar Suprapto mengatakan keduanya melalui bantuan desa pernah dibawa ke rumah sakit. Namun penyakit yang menurut dokter karena genetika atau keturunan ini bukannya sembuh, tapi justru makin parah.

Kini keluarga Wasun hanya pasrah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun memperlukan bantuan para dermawan. Keluarga miskin ini makin terpuruk sejak penyakit lumpuh menimpa kedua anaknya. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.