GOR Mahesa Jenar Purbalingga Akan Direnovasi Jadi Pusat Kesenian

GOR Mahesa Jenar PurbalinggaBanyumasNews.com, PURBALINGGA -GOR Mahesa Jenar Purbalingga akan direnovasi menjadi pusat pembinaan kebudayaan daerah atau pusat kesenian. Tujuannya dalam rangka melestarikan kebudayaan lokal, dimana Pemkab Purbalingga tahun ini sudah mengagendakan untuk merenovasi GOR Mahesa Jenar itu.

Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengatakan hal tersebut saat membuka Pelatihan Pembina Karawitan dan Sindenan serta Workshop Wayang di Aula Soedirman Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Selasa (14/3/2017).

“Pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk andil dalam menjaga kebudayaan Jawa. Hal ini dimaksud agar budaya daerah tetap lestari sehingga tidak mudah tergerus munculnya budaya barat yang sudah merambah di seluruh lapisan”, tambahnya.

Pelatihan kapembina rawitan dan sinden di GOR Mahesa Jenar Purbalingga

Tiwi mengungkapkan rencana renovasi GOR Mahesa Jenar ditujukan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi para pemuda dalam mengisi waktu luangnya. Di samping itu Tiwi berpesan agar para pegiat seni dan budaya untuk terus melestarikan kesenian daerah dan memperkenalkan kepada para pemuda agar tidak hilang.

“Pada hari ini saya mengajak semuanya untuk melestarikan kesenian lokal kita khususnya karawitan, sinden dan wayang agar bisa disosialisasikan kepada generasi muda agar tetap membumi,” pesannya.

Pemerintah sudah menganggarkan untuk pembelian seperangkat gamelan yang akan dibagikan pada seluruh kecamatan di Purbalingga. Tiwi menegaskan hal ini sebagai wujud pembinaan dari pemerintah dalam upaya menjaga kesenian daerah dan meningkatkan kualitas seni dan budaya yang dimiliki. “Selain itu juga meningkatkan kecintaan pemuda terhadap budaya lokal”, imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Kebudayaan Dindikbud Purbalingga, Sri Kuncoro menyampaikan tujuan pelatihan sebagai upaya penyelamatan warisan seni budaya bangsa khususnya seni budaya lokal.  Narasumber pelatihan dan workshop ialah akademisi dan praktisi dari ISI Surakarta yang juga seniman asli Banyumasan.

Pelatihan diikuti oleh pembina karawitan dan sindenan juga pelajar berbakat sejumlah 100 orang. Peserta workshop wayang sebanyak 40 orang yang terdiri dari dalang muda perwakilan dari kecamatan di Purbalingga.

Pelatihan pembina karawitan dan sindenan diselenggarakan selama lima hari (14-18/3) sedangkan workshop wayang diadakan selama dua hari (17-18/3). (BNC/Lil/Sap’s)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.