Bupati Kecewa, Tamsil Naik ASN Masih Terlambat

Bupati TASDI

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM mengungkapkan kekecewaanya terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih belum mau diajak tertib dan disiplin dalam bekerja. Padahal ajakan Bupati untuk menjadikan ASN di Purbalingga menjadi ASN yang profesional sudah dilakukan sejak awal dirinya menjabat sebagai Bupati bersama Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi.

Bahkan untuk memberikan apresiasi terhadap peningkatan kinerja ASN, Bupati telah menaikan tambahan penghasilan (Tamsil) hingga 50 persen pada 2017 ini.

“Hari ini saya sudah setahun melakukan apel pagi di 167 kantor OPD. Saya sedih karena masih ada pegawai yang terlambat melaksanakan tugas. Padahal saya sudah bersusah payah mencari dana Rp 24,8 miliar untuk menambah tamsil,” kata Bupati Tasdi saat silaturahmi apel pagi di Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB dan P3A), Senin (13/3/2017).

Apel pagi Di OPD rutin dilakukan bupati Tasdi

Meski apel pagi di Dinsosdalduk KB dan P3A relatif dihadiri seluruh pegawainya, namun masih terdapat ASN yang belum lengkap dalam menggunakan atribut pakaian dinas. Sehingga 12 ASN tidak berpakaian dinas lengkap harus mendapat pembinaan langsung dari Bupati.

Menurut Bupati ada Perbup Nomor 3 Tahun 2017 tentang jam kerja dan pakaian kerja ASN yang harus dipahami oleh seluruh ASN. Kalau ini nggak paham, lanjutnya, berarti belum cerdas, belum intelektual, sama dengan orang-orang lain.

“Saya minta yang hari ini belum berpakaian lengkap, harus menyesuaikan dengan perbup yang ada. Kita ini  ASN, jadi harus paham siapa diri kita, untuk apa kita hadir, apa yang kita perbuat dan apa manfaatnya bagi rakyat,” katanya.

Evaluasi Kinerja Pejabat

Dikatakan Bupati, kedisiplinan dan etos kerja pegawai juga ditentukan oleh bagaimana pimpinan OPD memberikan motivasi dan menjadi motor perubahan bagi jajaran instansinya. Untuk mengukur keberhasilan para pejabat yang dilantik dan diambil sumpah pada awal Januari lalu, Bupati mengaku akan memantau kinerja dan melakukan evaluasi kinerja pejabat, setidaknya sesudah 1 tahun bekerja.

“Setelah satu tahun akan kita evaluasi kinerjanya (pejabat-red). Ada perubahan menuju lebih baik apa tidak. kalau tidak ada ya kita ganti,” katanya.

Bupati menandaskan dirinya tidak akan gamang dalam melakukan evaluasi kepada 741 pejabat baru karena pelantikan pejabat yang dilakukan diberikan secara gratis dan profesional. (BNC/hr)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.