Ribuan Warga Pandansari Demo Proyek Listrik Panas Bumi Baturraden

demo pt sae pandansariBanyumasNews.com, BREBESĀ  – Ribuan warga desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan demo Aksi Damai pada Senin (6/3/2017) pagi hingga siang memprotes proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Baturaden yang aksesnya melewati Kaligua, Pandansari.

Mereka menuntut proyek dihentikan karena berdampak rusaknya lingkungan dan infra struktur yang sangat vital bagi perekonomian warga.

Ada sembilan tuntutan warga, diantaranya rusaknya jalan dari Desa Kretek hingga Kaligua Pandansari. Selain itu proyek juga telah pencemaran air untuk keperluan warga dan mengurangi debit air sehingga air untuk keperluan warga berkurang.

geotermal
Ribuan Warga Pandansari Protes Pencemaran proyek geotermal Baturraden

Demo warga diwadahi oleh Forum Komunikasi Masyarakat Desa Pandansari dan Wanareja (FKMPW) dengan korlap Irwan Susanto bertempat di depan kantor pelaksana proyek PT Sejahtera Alam Energy (SAE), Dusun Taman, Desa Pandandari. Selain berorasi, pendemo juga menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals yang berisi kritikan.

Berbagai poster dibawa peserta aksi. “Dulu air jernih, sekarang air kotor”, “Selamatkan Mata Air Kami”, demikian antara lain bunyi poster.

Aparat dari pasukan Dalmas Polres Brebes menjaga ketat lokasi pintu masuk proyek tersebut. Namun tidak tampak perwakilan dari Pemkab Brebes yang wilayahnya terdampak oleh proyek panas bumi (geothermal) di Baturraden, Banyumas itu.

9 poin tuntunan warga Pandansari

Pendemo diterima perwakilan PT SAE yang akan meneruskan aspirasi warga ke kantor pusat di Jakarta. Untuk sementera kegiatan proyek dihentikan sampai ada kesepakatan. Pendemo akhirnya membubarkan diri, namun karena merasa tisak puas mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Sukamto, warga Pandansari mengatakan sejak proyek listrik panas bumi berlangsung air bersih yang disalurkan dari mata air di pegunungan dengan pipa ke rumah warga menjadi kotor. Menurutnya hal ini disebabkan pembangunan akses jalan berada di atas saluran pipa air bersih, selain rusaknya mata air karena proyek tersebut.

“Pernah ada perbaikan, tapi terkesan tidak sungguh-sungguh sehingga air kembali keruh”, katanya.

Ia dan umumnya warga juga mengeluhkan jalan dari Kretek ke Pandansari yang rusak parah karena dilewati alat berat untuk keperluan proyek. Ia pun berharap Pemkab Brebes ikut membantu permasalahan yang dihadapi warga Pandandari. “Bupati Banyumas setahu saya datang sendiri ke lokasi proyek berembug mengatasi daerahnya yang juga terkena dampak pencemaran”, katanya. (BNC/nan/puh)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.