Kembangkan Teknologi Budidaya Off Season, Unsoed Panen Cabai Merah

panen cabai merahBanyumasNews.com, PURWOKERTO – Bisnis cabai tak selalu cerah seperti warnanya yang merah, dan harganya yang terkadang wah. Resiko gagal panen selalu menghantui, terutama di musim hujan seperti saat ini. Harga pun melambung tinggi.

Kelembaban tinggi di musim hujan yang kondusif bagi pathogen menyebabkan penyakit mudah menyerang dan menyebabkan banyak petani merugi jika tak siap mengantisipasi. Salah satu penyakit tanaman cabai yang menjadi momok petani di musim hujan adalah antraknosa atau istilah umumnya pathek yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum Capsici.

Penyakit ini menyerang saat tanaman cabai mulai berbuah, sehingga memberikan dampak yang sangat besar terhadap produksi. Harga cabai yang melambung tinggi sejak awal tahun 2017 dipicu oleh gagal panen akibat penyakit ini.

Tim Gak Pertanian Unsoed panen cabai merah

Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah, sebagai perguruan tinggi yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan pertanian, membuktikan bahwa bertanam cabai merah di musim hujan tetap bisa sukses, asalkan petani mengetahui rahasianya.

Bekerja sama dengan Koperasi Alumni Fakultas Pertanian Unsoed angkatan 1985, Fakultas Pertanian Unsoed memproduksi cabai merah di lahan Experimental Farm (ExpFarm) Fakultas Pertanian Unsoed.

Dekan Fakultas Pertanian Unsoed dan Dosen Program Pascasarjana Unsoed Dr.Ir.Anisur Rosyad,M.S. dalam sambutan singkat mengawali acara panen cabai kerja sama Fakultas Pertanian Unsoed dengan Koperasi Alumni Fakultas Pertanian Unsoed angkatan 1985 di lahan Experimental Farm (ExpFarm) Fakultas Pertanian Unsoed, pada hari Minggu, 26 Februari 2017 menyampaikan bahwa panen cabai di luar musim (off season) bukanlah mimpi jika kita pandai mengelola dan mengantisipasi.

“Rahasianya adalah pemanfaatan teknologi secara tepat guna. Teknologi tepat guna pada budidaya cabai off season memadukan pemilihan lahan yang tepat, penggunaan varietas cabai yang tahan hama–penyakit, budidaya sehat dengan sanitasi lingkungan yang memadai, serta pengendalian hama-penyakit yang tepat”, katanya.

Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Dr.Ir Anisur Rosyad MS., Ketua Alumni Fak.Pertanian Unsoed Ir.Rudy Purwadi sedang Panen Cabai

Dikatakan,  lahan dengan drainase yang baik akan mengurangi kelembaban berlebih pada lingkungan pertanaman. Selain itu Varietas yang tahan akan menjamin/menjaga agar kehilangan hasil akibat hama-penyakit dapat ditekan.

Selanjutnya, pembersihan gulma akan mengurangi inang bagi patogen dan hama tanaman.

Sementara itu, Sekretaris Experimental Farm (ExpFarm) Fakultas Pertanian Unsoed Dyah Susanti,S.P.,M.P. yang juga hadir saat panen cabai, mengatakan bahwa Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan memanfaatkan biopestisida akan mengurangi intensitas serangan patogen-hama.

Menurut  Dyah, salah satu bahan pengendali pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang diaplikasikan pada budidaya cabai di Experimental Farm (ExpFarm) Fakultas Pertanian Unsoed tersebut di atas adalah Bio P 60 yang dihasilkan dari penelitian Dosen Program Pascasarjana Unsoed Prof.Ir. Loekas Soesanto,M.Sc.,Ph.D.

“Ketepatan dalam penggunaan teknologi secara terpadu akan mampu mengantisipasi resiko gagal panen cabai pada musim hujan”, ujar Dyah Susanti, S.P.,M.P. ( BNC/*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.