Padi Anti Cuaca Ekstrim, Berkat Ramuan Herbal

padi organikBanyumasNews.com, AJIBARANG – Padi anti cuaca ekstrim? Kedengaran aneh. Bagi Anda yang menggeluti dunia pertanian, khususnya pertanian padi organik, berita ini bisa menggemibirakan Anda atau menambah referensi bagi Anda pecinta dunia pertanian organik.

Jika di sejumlah wilayah tanaman padi banyak yang rusak atau panen tidak maksimal bahkan gagal karena cuaca ekstrim, di desa Tipar, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, petani justru panen dengan hasil melimpah dan kualitas padi yang bagus. Mereka bisa panen maksimal setelah menggunakan pembasmi hama buatan sendiri, berupa ramuan herbal

Para petani senang sekaligus tidak menduga jika hasil panen kali ini, yang dilakukan pada Minggu (27/02/2017), hasilnya sangat melimpah. Karena curah hujan yang tinggi biasanya hasil tanam tidak maksimal.

Gino, seorang petani setempat, menuturkan hasil panen yang mengejutkan ini setelah petani desa Tipar menggunakan pembasmi hama buatan sendiri berupa ramuan herbal. “Uji coba itu ternyata berhasil, karena mampu menekan hampir 90 persen serangan hama padi. Matinya hama membuat padi tumbuh subur”, katanya.

Menurut Gino, mereka yang biasanya panen hanya mampu menghasilkan empat ton kini bisa menjadi lima ton hingga enam ton. Kualitas padi pun sangat bagus, bahkan usia panen yang biasanya per tiga bulan, kini bisa lebih cepat 10 hari.

Petani benar-benar bisa merasakan penggunaan pembasmi hama herbal, yang sangat membantu meningkatkan produktivitas tanaman padi mereka.

Kades Tipar Riyanto menunjukkan padi hasil panen

Seperti diberitakan sebelumnya, berawal dari kegagalan setiap menanam padi akibat serangan hama, seorang kepala desa di Banyumas mencoba membuat ramuan pembasmi hama tanaman padi. Hasilnya luar biasa, selain bebas dari hama, tanaman menjadi tumbuh subur. Pembasmi yang satu ini juga aman digunakan karena tidak menimbulkan keracunan jika terhirup saat disemprotkan.

Kepala Desa Tipar, Kecamatan Ajibarang, Riyanto yang berinisiatif mengembangkan ramuan herbal untuk membasmi hama padi. Dibantu oleh relawan pendamping dari komunitas pencinta pertanian yang berpihak pada ekologi (lingkungan).

Ramuan herbal padi
Kades Tiparkidul Riyanto menumbuk bahan obat pembasmi hama

Dari penuturan Riyanto, disebutkan ada 9 bahan untuk membuat ramuan herbal pembasmi hama yang harus disiapkan.

Di antaranya daun sirsak, daun dlingo, akar benggle, bawang putih, bumbu masak, kelapa muda, sabun colek, gula pasir, dan garam dapur. Bahan-bahan itu dihaluskan dengan cara ditumbuk.

“Setelah itu racikan herbal dimasukkan ember dan ditambahkan air secukupnya”, kata Riyanto.

Ramuan ini kemudian direndam selama dua hari. “Setelah direndam kemudian disaring dan dimasukkan ke dalam botol. Ramuan pembasmi hama wereng dan sejenisnya siap disemprotkan”, katanya.

Desa Tipar, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, bercita-cita menjadi desa mandiri yang bisa memenuhi kebutuhan warganya dari hasil produksi warga sendiri. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.