TAGANA Banyumas Latih Relawan Siaga Bencana

tagana banyumasBanyumasNews.com, PURWOKERTO – Sedikitnya 100 warga Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang berasal dari unsur Karang Taruna, LINMAS, Tokoh Masyarakat, Ketua RT dan RW dan Perangkat Desa bersama dengan 50 Anggota TAGANA mengikuti Pelatihan Satuan Tugas Kaji Cepat Bencana dan Gladi Lapang Simulasi Penanganan Bencana Alam selama 2 (dua) hari, Kamis-Jumat (23-24 Februari 2017) di Cirahab.

Kegiatan dibuka oleh Dra. Nur Sariyati, Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DINSOSPERMASDES) Banyumas. Menurutnya, kegiatan ini dibiayai oleh DINSOSPERMASDES Banyumas melalui APBD Tahun 2017, yang output-nya diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Komandan Tagana Banyumas H Ady Candra Candra selaku DANTIM Instruktur menuturkan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

“Kegiatan ini sengaja kami laksanakan di wilayah Lumbir, karena di catatan kami selama bulan Januari – Februari ini ada kejadian Longsor di Desa Dermaji, Angin ribut di Desa Dermaji dan Desa Cidora serta banjir di Desa Besuki”, kata Ady.

Tagana, lanjut Adu, ingin membagi kemampuan agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Materi latihan yakni Materi Manajemen Bencana dari BPBD Kabupaten Banyumas, Komunikasi Radio dari ORARI Lokal Banyumas, Pertolongan Pertama dari PMI Kabupaten Banyumas, Manajemen dan Praktek Shelter dari TAGANA Banyumas, Manajemen dan Praktek Dapur Umum dari TAGANA Kabupaten Banyumas.

Setelah peserta menerima materi teori pada hari pertama, hari kedua peserta melaksanakan Simulasi dan Gladi Lapang Penanganan Bencana. Diskenariokan bahwa telah terjadi banjir bandang di Grumbul Karangasem RT 01 RW 01 Desa Cirahab. Banjir bandang mengakibatkan beberapa warga yang terseret derasnya arus.

Evakuasi korban banjir – simulasi penanganan bencana oleh Tagana Banyumas di Lumbir

Untuk menindaklanjuti kejadi tersebut, peserta dibagi menjadi 5 Tim Kecil yakni Tim Asessment, Tim POSKO Induk, Tim Shelter, Tim Rescue dan Tim Dapur Umum. Satu persatu Tim melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing.

Korban terseret banjir bandang dievakuasi oleh Tim Rescue setelah banjir surut. Ada korban yang masih di tengah sungai dan banyak juga yang tergolek di sepanjang pinggir sungai. Setelah dievakusi kemudian dibawa ke POKSO Induk Lapangan untuk di tempatkan sesuai dengan jenis keparahan korban.

“Dari seluruh rangkaian Simulasi, peserta dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan fungsinya masing-masing”, kata Ady.

Atas pelatihan yang diberikan, Kasi Kesejahteraan Desa Cirahab, Mulyono, yang  juga salah satu peserta, menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut berbagi ilmu dan ketrampilan kepada warga masyarakat Desa Cirahab.

“Kini kami memiliki kemampuan untuk menangani bencana di awal kejadian. Kamipun siap untuk tugas di wilayah lain, namun untuk sementara cukup kejadian di wilayah Kecamatan Lumbir”, kata Mulyono di sela-sela acara penutupan kegiatan. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.