Hari Jadi Banyumas ke 446: Empat Pusaka Dikirab

kirab pusakaBanyumasNews.com, PURWOKERTO – Acara menyambut Hari Jadi Banyumas ke 446 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2017, hari ini Minggu (19/02/2017) pagi empat pusaka Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikirab dari Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati menuju Pendopo Sipanji dekat alun-alun Purwokerto.

Ribuan warga dari berbagai daerah di Banyumas turut menyaksikan kirab pusaka ini, berdesakan di sepanjang rute kirab Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Mereka tak segan mengambil foto dan upload di mensos, seperti ditampilkan kembali di sini, baik di instagram, twitter, maupun facebook.

hari jadi banyumas
Iring-iringan kirab pusaka Banyumas

Adapun empat pusaka yang dikirab adalah Tombak Kiai Genjring, Keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Kitab Stambul. Rute kirab melewati jalan protokol Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto. Keempat pusaka itu perlambang kekuatan, keagungan, perjuangan, berpegang teguh pada keimanan, dan ketakwaan kepada Tuhan, yang telah mengiringi perjalanan sejarah Kabupaten Banyumas hingga memasuki usia 446 tahun.

kirab hari jadi banyumas
Panglima pemimpin kirab pusaka

Kirab pusaka diawali dengan upacara pemberangkatan dengan bahasa Banyumasan  yang dipimpin Bupati Banyumas Achmad Husein. Bupati menyerahkan Tombak Kiai Genjring kepada petugas yang ditunjuk, yakni Didik Himawan dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, untuk dikirabkan bersama tiga pusaka lainnya.

kirab budaya banyumas
Kirab pusaka Banyumas

Seorang “Manggala Yudha” (Panglima Perang) memimpin iring-iringan kirab, yang terdiri dari  Pasukan Bawor (tokoh punakawan khas Banyumas yang selalu hadir tiap tahun), pembawa Panji Lambang Daerah, Tombak Kiai Genjring bersama umbul-umbul, serta diikuti pembawa Keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Kitab Stambul yang diikuti pasukan musik dari SMKN Banyumas dan SMK Nasional Purwokerto.

bupati Banyumas
“Bupati” Banyumas pertama dan isteri, diperankan oleh kakang mbekayu Banyumas

Di belakangnya ada barisan yang membawa foto-foto bupati Banyumas terdahulu, yang didahului oleh sosok Adipati Mrapat Raden Joko Kaiman (Bupati pertama Banyumas) beserta istri yang diperankan oleh Kakang-Mbekayu Banyumas, dan diikuti pembawa foto bupati kedua hingga bupati ke-30.

Bupati Banyumas saat ini, yang merupakan bupati  ke-31, yakni  Achmad Husein dan Wakilnya  Budhi Setiawan berada di belakangnya bersama anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), disusul barisan anggota DPRD Banyumas dan organisasi perangkat daerah.

Begitu tiba di sisi selatan Alun-Alun Purwokerto, Bupati Banyumas beserta Ketua DPRD Banyumas dan anggota Forkopimda menempati panggung kehormatan untuk menyaksikan peserta kirab yang memanjang. Kemudian Wakil Bupati Banyumas Budhi Setiawan menuju Pendopo Sipanji untuk memimpin acara “palereman” atau penempatan kembali ke-4 pusaka Kabupaten Banyumas itu ke tempat semula.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Banyumas Joko Wiyono, kirab pusaka merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya khas Banyumas. Diharapkan kirab pusaka yang merupakan agenda tahunan Hari Jadi Banyumas dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Dengan demikian akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Banyumas,” kata Jokowi. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.