Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Nurul Barokah Bojongsari Diresmikan | Pesantren Gagasan TBS

Pondok Pesantren bejiBanyumasNews.com, PURBALINGGA –  Triyono Budi Sasongko (TBS) mantan Bupati Purbalingga bersama keluarga besar Sosro Diharjo dan keluarga besar R. Subagyo menggagas Pondok Pesantren di Purbalingga, tepatnya di Desa Beji, Kecamatan Bojongsari. Sabtu kemarin (04/02/2017) Pondok Yatim Piatu dan Dhuafa dan Perpustakaan Umum Pondok Pesantren Nurul Barokah itu diresmikan Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM.

Menempati areal seluas 2 hektar, pondok dan perpustakaan umum pondok pesantren itu melengkapi gedung pondok pesantren Nurul Barokah yang diasuh KH. Muh. Syafi’i Abror.

Dalam sambutannya, KH. Muh. Syafi’i Abror menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Sosro Diharjo dan keluarga besar R. Subagyo khususnya kepada TBS yang telah mengembangkan ponpes Nurul Barokah. Saat ini ponpes Nurul Barokah telah menyelenggarakan pendidikan mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Ke depan saya berkeinginan membangun klinik kesehatan, karena ini merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kami warga ponpes dan juga masyarakat sekitarnya,” kata KH. Syafi’i Abror.

Gayung bersambut, menanggapi keinginan itu Bupati Tasdi di sela-sela sambutannya mengatakan, dirinya telah berembug dengan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi untuk membantu pembangunan kllinik ponpes Nurul Barokah dari dana pribadinya. “Ini adalah sebagai penghormatan kepada para kesepuhan atas suri tauladannya membangun pondok Yatim Piatu dan Dhuafa dan perpustakaan umum ponpes Nurul Barokah”, katanya.

“Saya dan Wakil Bupati akan bantu mewujudkan klinik disini, dan saya jamin anggarannya tidak akan mengambil dari anggaran pemerintahan, murni dari kami pribadi,” lanjut Tasdi.

Bupati didampingi Wakil Bupati Purbalingga meresmikan pesantren Nurul Barokah

Ia mengapresiasi dan menyampaikan bahwa inspirasi dari TBS beserta keluarga besarnya membangun pesantren, bisa dijadikan tauladan dalam rangka membangun masyarakat Purbalingga yang berakhlakul karimah.

“Hal ini dapat kita jadikan koreksi, terutama kepada diri kita sendiri dulu, apa yang telah kita berikan untuk kemaslahatan umat, karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya,” kata Bupati Tasdi.

Pondok Yatim Piatu dan Dhuafa Nurul Barokah terdiri dari bangunan seluas 273 m2, halaman paving 570 m2, halaman rumput 250 m2 dan lapangan sepak takraw 84 m2. Pondok sebagai sarana asrama bagi santri yatim piatu dan dhuafa memiliki tiga ruangan berupa dua ruangan asrama dengan tempat tidur 50 santri dan satu ruangan pertemuan. Pondok tersebut dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang cukup lengkap.

Sedangkan Perpustakaan Umum Nurul Barokah seluas 76 m2 merupakan bantuan dari Yayasan Baitul Maal (YBM BRI) dengan fasilitas rak buku, meja kursi dan lebih dari 2.300 koleksi buku. Kedua bangunan itu merupakan bantuan atau wakaf dari lembaga dan masyarakat Purbalingga yang dimotori oleh keluarga besar Sosro Diharjo dan R. Subagyo.

“TBS dan keluarga besarnya juga akan menanggung operasional asrama yatim piatu dan dhuafa. Sekaligus mengajak masyarakat yang lain untuk bersama berkegiatan sosial dengan Ponpes Nurul Barokah,” ujar dr. H. Hendro Budi Hartono, wakil keluarga besar TBS.

Ke depan, Ponpes Nurul Barokah berencana membangun gapura pondok, poliklinik serta pengembangan ruang kelas dan laboratorium. (BNC/taufiqh/hr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.