Dua Napi Kabur Tertangkap | Lapas Nusakambangan Evaluasi Pengamanan

BanyumasNews.com, CILACAP – Dua napi kasus narkotika Lapas Kelas I Batu Pulau Nusakambangan, Cilacap, yang kabur pada Sabtu (21/01/2017) akhirnya tertangkap semua. Syarjani Abdullah ditangkap pada Senin (30/01/2017), sedangkan M Husein ditangkap pada Rabu pagi (01/02/2017). Keduanya kini ditempatkan di sel khusus.

Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen Pemasyarakatan, Kemenkumham, Sutrisman mengatakan, dua napi itu juga mendapat pengawalan khusus. “Dua napi kabur yang telah ditangkap disel khusus dan mendapatkan pengawasan khusus,” katanya.

Sutrisman mengatakan kedua napi tersebut akan mendapatkan hukuman disiplin. Selain itu hak-hak mereka sebagai napi juga dicabut, termasuk hak untuk dikunjungi.

Penangkapan Husein

Menurut Diteruskan, napi Husein ditangkap tim gabungan di sekitar Lapas Batu pada 04.45 WIB. Ia ditangkap petugas gabungan tidak jauh dari Lapas Batu, dibekuk di sekitar lapangan tenis. “Seperti pernah kami sampaikan, yang bersangkutan belum kemana-mana, berkat dukungan semua pihak pagi tadi satu napi yang kami cari bisa ditangkap dan sekarang tetap kami amankan di Nuasakambangan,” ucapnya.

Sejak tertangkapnya napi Syarjani, tim gabungan tidak berhenti melakukan pencarian. Di Nusakambangan sendiri ada pos polisi dan tim pengamanan Nusakambangan tidak hanya satu tempat saja. Ada tujuh lapas di sana dan bersama petugas gabungan bersama-sama melakukan pencarian.

Ia mengatakan saat ini belum dilakukan identifikasi lebih jauh terhadap keduanya, selama kabur dia di mana. Namun, pihaknya meyakini belum keluar Nusakambangan, karena di sekitar lapas merupakan hutan lebat dan tanah lumpur dan di sana tidak ada warung.

Dua napi kabur sudah tertangkap semua

Menurut dia sebelumnya juga didapatkan informasi bahwa yang bersangkutan masuk ke gubuk-gubuk tukang deres untuk mencari makan.

Kejadian napi kabur tersebut akan dievaluasi sistem pengamanannya. Seperti diketahui, lanjutnya, SDM petugas lapas sampai sekarang masih kurang, untuk menutupi kekurangan SDM tersebut dicoba dengan IT.

Ia berharap ada tambahan SDM, karena Lapas Batu sebelum ditambah kapasistas huniannya yang jaga enam orang, begitu ditambah kapasistasnya penjaganya tetap enam orang. “Tentu ada celah-celah yang kosong dan harapan kami ke depan SDM ditambah”, pungkasnya. (BNC/ist/ant)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.