Pencemaran Sungai Meluas, Kades Surati Presiden Jokowi

BanyumasNews.com, CILONGOK – Dampak pembangunan akses jalan untuk proyek listrik panas bumi yang menimbulkan pencernaan kini makin meresahkan warga Banyumas, Jawa Tengah. Pencemaran pun meluas hingga 13 desa di tiga kecamatan, Cilongok, Pekuncen dan Ajibarang.

Seperti diberitakan BanyumasNews.com kemarin, sejumlah warga memprotes pencemaran sungai dan kolam ikan, akibat pembangunan jalan proyek listrik panas bumi di lereng Gunung Slamet dengan memasang poster di sejumlah lokasi. Kini sejumlah kepala desa segera menyurati presiden Jokowi.

Rusdi Kades Karangtengah

Para kades itu merespon keluhan warga, dimana pencemaran tidak hanya berdampak pada sungai, tapi juga menimpa air yang disalurkan melalui pipa ke ribuan rumah warga di 13 desa yang tersebar di tiga kecamatan itu.

Ikan mati tercemar

“Air sama sekali sudah tidak bisa dikonsumsi untuk minum, akibatnya warga kini kesulitan mendapatkan air bersih”, keluh Dono, warga Karangtengah Cilongok.

ikan mati karena kolam berlumpur

Sementara itu, petani budidaya ikan juga mengeluh karena air yang dialirkan ke kolam ikan bercampur lumpur. Puluhan lokasi budidaya pembenihan ikan rusak.

“Ikan-ikan mati dan petani tidak bisa melakukan pemijahan”, tutur Nano, petani ikan.

Menanggapi kasus pencemaran yang melibatkan proyek nasional pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi itu, kepala desa Karangtengah Rusdi Mulyanto mengatakan sejumlah kepala desa akan menyurati Presiden Jokowi.

“Kami berharap presiden bisa memberikan solusi mengatasi kasus pencemaran tersebut”, lanjut Rusdi, Jumat (13/01/2017).

Seperti diberitakan, dalam sebulan ini warga dibuat resah dengan mengalirnya air sungai bercampur lumpur. Semula hanya menimpa lima desa, kini sudah meluas ke 13 desa di tiga kecamatan. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.