Warga Protes Pencemaran Sungai dan Kolam Ikan Akibat Proyek Listrik Panas Bumi

BanyumasNews.com, CILONGOK – Warga sejumlah desa di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memprotes tercemarnya sungai dan kolam ikan akibat pembangunan akses jalan proyek panas bumi. Ratusan ikan milik warga mati. Selain itu warga juga tidak bisa memanfaatkan air sungai yang selama ini digunakan untuk mandi dan cuci.

Bentuk protes warga ditunjukkan dengan pemasangan sejumlah poster dalam bahasa Banyumasan di sejumlah lokasi sungai dan kolam ikan. Warga juga memasang patung ikan besar di atas sungai yang tercemar. “Tuluuuung, Inyong pengin urip lah (Tolong, saya juga ingin hidup),” demikian bunyi poster di depan patung ikan.

Poster protes warga karena sungai tercemar

Menurut Darwati, seorang warga, sudah hampir sebulan air sungai yang melintasi lima desa keruh karena bercampur lumpur. “Sudah sebulan warga Desa Karangtengah, Karanglo, Kalisari, Panembangan, dan Gununglurah terkena dampaknya”, katanya.

Tuluuung ….

Hal ini terjadi sejak berlangsungnya pembangunan akses jalan yang digunakan untuk proyek panas bumi di Kaligua, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. “Penggalian tanah untuk jalan itu mencemari sungai yang alirannya menuju desa-desa di wilayah Kecamatan Cilongok”, kata Dono, warga lainnya.

Akibatnya aliran sungai yang sebelumnya jernih, dan digunakan untuk mandi dan cuci, kini sama sekali tidak bisa dimanfaatkan warga. Tidak hanya itu, menurut Dono, puluhan kolam ikan juga tercemar sehingga banyak ikan yang mati.

“Kaline inyong butek letrek.. ” (Sungai saya keruh sekali). Demikian protes warga. “Njaluk tulung sapa?”. (Minta tolong ke siapa?)

(BNC/nan)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.