Penambang Pasir Liar Sungai Serayu Ditertibkan

penambang-pasir-serayuBanyumasNews.com, RAWALO – Penambang pasir liar Sungai Serayu yang menambang pasir di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Rabu (21/12/2016) ditertibkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) Yogyakarta.  Dalam operasi penertiban yang dipimpin PPNS BBWS SO Bambang Sumadyo itu,  setidaknya 13 penambang liar terkena penertiban.

Menurut Bambang Sumadyo operasi kali ini masih bersifat lunak dengan menegur para penambang untuk tidak melaksanakan kegiatannya di daerah larangan tambang yang akan membahayakan bangunan sungai.

“Dasar kegiatan tersebut adalah karena adanya surat pengaduan dari Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jateng, yang melaporkan adanya penambangan ilegal yang membahayakan pengaman jembatan Cindaga berupa groundsill  dan jalan nasional Patikraja – Rawalo”, katanya.

Menurutnya, dari hasil penertiban memang ditemukan adanya kegiatan penambangan ilegal di hilir groundsill jembatan Cindaga, yang hanya berjarak 50 meter.

Kegiatan penambangan di hulu Bendung Gerak Serayu, tepatnya di desa Kaliwangi, juga ditertibkan karena jika delta di atas tikungan luar tersebut hilang ditambang, akan membahayakan jalan nasional. “Karena hempasan aliran sungai serayu akan langsung menghantam tebing bahu jalan”, lanjut Sumadyo.

Dalam operasi itu, para penambang dikumpulkan dan difasilitasi oleh anggota Dewan Sumber Daya Air Propinsi Jawa Tengah Eddy Wahono. Para penambang mendapatkan pengarahan langsung dari Eddy Wahono.

Eddy Wahono
Eddy Wahono

Menurut Eddy Wahono, situasi sekarang memang serba sulit dimana kebutuhan material tambang pasir semakin tinggi, yang diperlukan untuk pembangunan infra struktur, sementara pengurusan perijinan tambang sangat sulit.

“Dan yang harus lebih menjadikan perhatian adalah Sungai Serayu tidak memiliki supply sedimen dari gunung berapi, sehingga bila ditambang terus menerus akan menyebabkan degradasi dasar sungai”, kata Eddy.

Hal itu dikatakan Eddy, menyebabkan kerusakan tebing kanan kiri longsor dan bila berada di dekat bangunan sungai akan membahayakan bangunan tersebut.

Menurutnya Eddy harus dipikirkan solusi lain untuk memenuhi kebutuhan pasir yang tidak diambil dari sungai Serayu. “Karena ke depan sungai Serayu sebagai sungai strategis nasional yang masuk dalam kategori bagus akan rusak”, tegasnya.

Lebih lanjut Eddy mengharapkan adanya koordinasi terpadu dengan lintas dinas dimana diharapkan BBWS SO sebagai pemilik kebijakan sungai menjadi leadernya. “Diharapkan pula agar BBWS SO segera melakukan study morfologi sungai Serayu sebagai dasar menentukan zona tambang”, pangkasnya. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.