Humas Pramuka Banyumas Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Peserta latihan jurnalistik Pramuka Banyumas
Peserta pelatihan jurnalistik Pramuka Banyumas

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Pentingnya ketrampilan jurnalisik bagi Humas Pramuka menjadi cocern Pramuka Banyumas. Salah satu bentuknya, Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas menggelar pelatihan jurnalistik bagi andalan ranting urusan (Anru) humas, Sabtu (3/12/2016) di Graha Satria Komplek Pendopo Sipanji Purwokerto. Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwarcab Drs Achmad Supartono, M, SI.

Supartono mengatakan pelatihan jurnalistik untuk membekali dan mempersiapkan humas pramuka di berbagai pangkalan agar lebih mengenal bidang jurnalistik, kehumasan, fotografi dan dapat membuat release kegiatan pramuka. Apabila Andalan ranting urusan humas dan humas pramuka memiliki ilmu di bidang jurnalistik dan fotografi, nantinya bisa mempublikasikan kegiatan yang dilaksanakan oleh kwaran, gudep maupun racana.

“Kegiatan pramuka tidak sekedar tepuk tangan, tali temali dan kemah. Itu adalah bagian dari proses pembentukan karakter kaum muda. Apabila kita bisa mempublikasikan dengan baik, akan muncul kepercayaan penuh kepada pramuka, bahwa pramuka tempat pendidikan yang tepat,” kata Partono.

Peserta pelatihan jurnalistik Humas Pramuka Banyumas bersama pengurus Kwarcab
Peserta pelatihan jurnalistik Humas Pramuka Banyumas bersama pengurus Kwarcab

Ketua Penyelenggara Sujiono mengatakan pelatihan jurnalistik diikuti 24 peserta dari humas kwaran dan humas pramuka lainya. “Usai kegiatan ini diharapkan humas pramuka dapat membuat pres release sesuai kaidah penulisan berita, dilampiri foto kegiatan pendukung,” kata Sujiono.

Sebagai narasumber menghadirkan Parsito praktisi kehumasan dari Bagian Humas Pemkab Banyumas. Parsito menyampaikan sebuah kegiatan menjadi informasi dan berita jika memenuhi unsur siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana atau lebih sering dikenal dalam bahasa Inggris 5 W (who, what, when, where why) dan 1 H (how).

“Sedapat mungkin 5 W dan 1 H disusun menjadi beberapa kalimat yang diletakan pada paragrap pertama suatu berita, menjadi lead atau teras berita. Sehingga suatu informasi dapat diketahui secara cepat melalui teras berita tersebut” kata Parsito.

Selain itu menulis juga harus mencari narasumber yang cukup untuk suatu berita agar berita berimbang. “Yang juga perlu diperhatikan juga pemberian judul berita yang biasanya tidak lebih dari delapan kata” tambahnya.

Parsito berharap pelatihan ini dijadikan momentum untuk memulai menulis khususnya tentang informasi kegiatan pramuka. “Ingatlah sebanyak apapun teori yang kita kuasai dalam jurnalistik tidak akan banyak berarti jika tanpa latihan, karena kemampuan menulis bisa diasah melalui kebiasaan-kebiasaan’’, katanya. –BNC/ist

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.