Tidak percaya ada pasar tradisional bersih di Purwokerto? Coba datang ke Pasar Manis

pasar manis bersih1Pernah belanja ke pasar tradisional? Apa kesan Anda? Kumuh, becek, bau, sampah berserakan dimana-mana, dan harus berjubel empet-empetan? Belum lagi asap rokok yang membuat Anda batuk-batuk?

Kesan itu akan hilang jika Anda masuk dan berberlanja ke Pasar Rakyat Manis Purwokerto. Gak percaya? Mari kita jalan-jalan ke sana.

Di pasar yang diresmikan Presiden Jokowi awal Mei 2016 ini, lantainya keramik lho, dan setiap saat ada petugas kebersihan (cleaning service)yang mengepel lantai. Jadi terlihat kinclong. Sampah baik sisa plastik, kertas, sampah daun, bekas bungkus makanan, dan sampah punting rokok yang biasa ditemui di pasar tradisional pada umumnya, juga tidak ada di sini.

Pasar ini memang diinspirasi pasar rakyat modern di Bumi Serpong Damai (BSD) dan menjadi bagian dari program revitalisasi pasar tradisional Presiden Jokowi.

Baca : Foto-foto Peresmian Pasar Manis oleh Presiden Jokowi

Los buah-buahan Pasar Manis
Los buah-buahan Pasar Manis

Masing-masing pedagang yang menempati los berukuran 1 x 1,5 meter yang didesain cerah berwarna putih ini harus menyediakan kantong plastik atau kardus untuk menampung sampah. Di beberapa sudut juga tersedia tempat sampah CSR dari perbankan di Purwokerto. Pasar Manis juga ‘Bebas Asap Rokok’.  Ketika meninggalkan los pasar, pedagang harus meninggalkan lapaknya dalam keadaan bersih.

Los sesuai dagangan

Pasar Manis Purwokerto juga dibagi dalam cluster barang dagangan untuk memudahkan pembelanja mencari kebutuhan yang diperlukan. Los sayuran basah, buah-buahan, bumbu dapur, ikan, daging, lauk-pauk matang, dipisahkan dalam satu cluster. Jadi ketika Anda membeli lauk matang semur jengkol atau gule kraca, tidak akan terganggu bau amis ikan karena letaknya yang berjauhan.

Los ikan dan daging Pasar Manis
Los ikan dan daging Pasar Manis

Untuk mengurangi pengap dan panas, Pasar Manis Purwokerto juga dipasang kipas angin besar di beberapa sudut.

Hal yang masih kurang nyaman saat ini adalah parkir. Namun ke depan, apabila Pasar Manis unit 2 sudah selesai dibangun yang merupakan paras Manis yang asli sebelum bangunan yang menempati eks Gedung Kesenian Suteja, parkir akan nyaman di dalam. Karena lahan parkir saat ini masih ditempati pedagang pasar yang saat ini sedang dibangun.

Jika bangunan unit 2 sudah selesai, pedagang yang menempati lahan parkir akan pindah dan kenyamanan parkir pun akan tercipta. Penasaran, datang saja yuk… (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.