PT KAI waspadai 26 titik rawan bencana di DAOP 5

Keamanan perjalanan kereta api terancam dengan adanya sabotase (ilustrasi)
Keamanan perjalanan kereta api terancam dengan adanya sabotase (ilustrasi)
BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Menjelang arus mudik lebaran 2016 (Idul Fitri 1437 H) PT KAI Daop 5 Purwokerto meningkatkan kewaspadaan adanya bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono, di wilayah kerjanya ada 26 titik rel kereta api yang rawan bencana, terdiri dari banjir, longsor, pohon tumbang dan tanah amblas.

Untuk mengantisipasi adanya bencana itu, KAI telah menyiapkan 107 petugas yang melakukan penjagaan selama 24 jam. Ke 26 titik rawan gangguan bencana alam meliputi 10 titik rawan longsor, terdapat paling banyak di jalur tengah. Lalun dua titik rawan banjir di sekitar Karangandul -Kedungbanteng dan Bumiayu.

Titik rawan amblas ada Sembilan, berada di jalur Jeruklegi- Sidareja. Lima titik rawan pohon tumbang berada di wilayah Balapulang Tegal, dan ada sembilan titik jembatan panjang yang rawan saat sungai banjir.

Jika terjadi bencana, Daop 5 Purwokerto telah membentuk tim reaksi cepat penanganan dan tim reaksi cepat pertolongan, guna pemulihan perjalanan kereta api. Selain itu telah disiapkan Alat dan Material Untuk Siaga (AMUS) dan peralatan, seperti generator untuk penerangan, bantalan kayu, karung plastik, pasir, batu balas, perancah, serta besi “H-beam”.

“Kalau sekarang ada 26 titik, yang kita waspadai. 10 titik rawan longsor, kemudian ada 9 titik rawan amblas, dan 4 titik rawan pohon tumbang dan 3 titik rawan banjir,” kata Surono, Rabu (15/6/2016).

PT KAI menurut Surono mengenghentikan sementara pengerjaan jalur ganda Purwokerto-Kroya demi kelancaran arus mudik 2016 ini. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.