Pelajaran dari Cristiano Ronaldo: Budaya Berterimakasih dan Penghargaan terhadap Jasa Sahabat

cr7_the independentReal Madrid baru saja mengangkat trofi Liga Champions 2015-2016 setelah di final mengalahkan tim sekota Atletico Madrid dengan 5-3 di babak ‘tos-tosan’ adu penalti. Yang menjadi penentu kemenangan El Real di laga itu adalah sang megabintang yakni Cristiano Ronaldo. Kemenangan Real Madrid menandai trofi ke 11 Liga Champions, terbanyak di antara klub-klub Eropa manapun.

Pertandingan di Giuseppe Meazza berjalan atraktif tapi hanya bisa menghasilkan dua gol, masing-masing satu untuk Madrid dan Atletico. Skor 1-1 yang bertahan hingga 120 menit membuat sang pemenang harus ditentukan melalui babak adu penalti.

Tulisan ini tidak membahas kemenangan Real Madrid itu, namun kilas balik ke final Liga Champions UEFA tahun 2014, ketika Real Madrid memenangi gelar prestisius itu untuk ke 10 kalinya, juga atas lawan yang sama, Atletico Madrid.

Beberapa saat setelah Real Madrid memenangkan trofi ke 10 Liga Champions UEFA pada tahun 2014, penonton TV dan ribuan penggemar sepak bola di Stadion of Light di Lisbon terkejut ketika Cristiano Ronaldo meninggalkan perayaan kemenangan timnya dan berlari ke bagian kursi penonton untuk menarik seorang pria dari kerumunan dan memeluknya dengan sepenuh hati.

Tindakan itu merupakan penghormatan Ronaldo kepada teman seclub nya semasa kecil yang ‘mengorbankan dirinya’ dan membiarkan bintang Portugal ini menjadi ikon dunia seperti sekarang ini.

Cristiano Ronaldo dan Albert Frantau usai laga final Liga Champions 2014
Cristiano Ronaldo dan Albert Frantau usai laga final Liga Champions 2014 (google)

Ronaldo mengatakan dalam sebuah wawancara, bahwa semasa kecil, ia dan temannya bersaing untik mendapat tempat di Akademi Andorinha di Funchal, Madeira.

“Saya harus berterima kasih kepada teman lama saya Albert Fantrau untuk kesuksesan saya. Kami bermain bersama untuk tim yang sama di kejuaraan U-18. Ketika pencari bakat datang untuk melihat kami dia mengatakan bahwa “Barangsiapa mencetak skor gol terbanyak akan datang ke akademi kami”

“Kami memenangkan pertandingan 3-0. Saya mencetak gol pertama kemudian Albert mencetak gol kedua dengan sundulan kepala. Namun gol ketiga adalah tendangan bebas hasil pelanggaran.

Albert adalah eksekutor tendangan yang berjarak sangat dekat dengan kiper itu.

“Yang harus ia lakukan saat itu adalah mencetak gol, agar dia mendapat kesempatan emas itu, tetapi ia sengaja melewatinya dan memberikan kesempatan kepadaku dan aku mencetak gol ketiga itu, jadi aku mendapat tempat itu dan pergi ke akademi.

“Setelah pertandingan saya pergi ke dia dan bertanya mengapa? Albert mengatakan bahwa “Karena Anda (Ronaldo) lebih baik dari saya”

Wartawan kemudian pergi ke rumah Albert dan bertanya apakah itu kisah nyata. Dia bilang ‘Ya’.

Dia juga mengatakan bahwa karirnya sebagai pemain setelah pertandingan itu, berakhir dan sekarang menganggur.

“Tapi bagaimana Anda membangun rumah ini begitu besar, Anda juga memiliki mobil bagus?
Anda tampak seperti orang kaya. Anda juga bisa menghidupi keluarga Anda dengan layak. Dari mana ini berasal?”

Albert lebih bangga menjawab: “Ini adalah dari Ronaldo!”

Hal ini menjelaskan mengapa Ronaldo keluar dari kerumunan untuk berbagi kebahagiaan dalam perayaan kemenangan dengan teman yang telah berkorban demi dia.

*Jangan pernah melupakan orang yang percaya pada sahabat dan pernah memberi bantuan kepada sahabat*

Mari sejenak mengenang mereka yang telah berjasa dalam perjalanan hidup kita. Hubungi mereka dan ucapkanlah terima kasih yang tulus. Berbagilah kebahagian dengan mereka.

Mereka yang telah membantu dan menolong sahabat. Mereka yang mengajar dan mendidik sahabat. Mereka yang menyayangi sahabat.

Mari kita sambung silaturahmi kepada guru-guru kita, teman-teman yang dulu duduk sekelas dangan kita. Orang orang yang telah memberikan kepercayaan kepada kita.

Demikian juga kepada orang yang rela hidup bersusah-payah dan berjuang bersama kita. (BNC/Dr Amir Faishol Fath, sebagaimana viral di jejaring WA)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.