Meriah, Gebyar PAUD tingkat Jateng di Banyumas

tari senggot banyumas di gebyar paud jatengBanyumasNews.com, BANYUMAS – Kemeriahan tampak pada kegiatan Gebyar PAUD tingkat Jawa Tengah tahun 2016, dimana Banyumas menjadi tuan rumah. Pada acara pembukaan dimeriahkan Tari Senggot Banyumasan yang dimainkan oleh 1.000 anak didampingi Bunda Paud di Banyumas. Kegiatan dibuka oleh Bunda Paud Jawa Tengah Ny. Atikoh Ganjar Pranowo, Rabu (25/5/2016) di Pelataran GOR Satria Purwokerto.

Pembukaan ditandai dengan penekanan sirine dan pelepasan balon ke udara oleh Ny Atikoh didampingi Bunda Paud Banyumas, Ny. Erna Husein dan Direktur Pembinaan PAUD Ditjen PAUD Kemendikbud Dr Ela Yuliawati dan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah Drs. Nurhadi Amiyanto.

Dalam Sambutannya Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud Dr Ela Yuliawati mengatakan pendidik dan orang tua diharapkan selalu memberikan stimulasi tepat pada anak dengan kasih sayang. Sebab, stimulasi yang tidak tepat dapat berdampak negatif pada masa yang akan datang dan tidak dapat diperbaiki.

Menurutnya usia hingga lima tahun merupakan masa perkembangan emas pada fisik dan otak anak di masa pertumbuhan terbaiknya. Stimulasi dengan kasih sayang dapat merangsang pertumbuhan 10 triliun sel otak. Sebaliknya, bentakan dapat merusak satu miliar sel otak. “Karenanya, saya berharap tidak ada bentakan pada PAUD. Sebab anak usia dini belum tahu mana yang salah dan benar”, kata Ela.

Ela melanjutkan berdasarkan penelitian, investasi di bidang PAUD akan berbuah lebih besar dibandingkan usia setelahnya. Anak-anak yang menerima investasi pada usia dini akan memeroleh penghasilan lebih 25 persen daripada yang tidak masuk PAUD, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Dari aspek kebertahanan belajar, anak yang ikut PAUD lebih bertahan sekolah pada strata berikutnya dibanding yang tidak.

Karenanya, mengikutsertakan anak pada PAUD berkualitas merupakan awal kesuksesan masa depan anak. PAUD merupakan wahana bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kecakapan sosial, emosional, serta kemampuan kognitif. “Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung secara konvensional tidak dianjurkan. Sebaliknya, sangat didorong pengenalan aksara awal dan angka sesuai tahap perkembangan anak. Misalnya dengan kegiatan bermain, bernyanyi, membaca dongeng, bercerita dengan teman menggunakan aksara”, tegasnya.

Mengingat pentingnya PAUD, Kemendiknas telah mencanangkan Gerakan Nasional PAUD berkualitas. Tujuannya untuk membangun kesiapan anak bersekolah pada jenjang berikutnya. Sekaligus sebagai bagian dalam mencapai wajib belajar 12 tahun yang berkualitas. Pada tahun ini pemerintah juga mengucurkan DAK BOP PAUD sebanyak Rp 2,28 triliun. Dari jumlah tersebut Provinsi Jawa Tengah mendapat alokasi Rp 321,9 miliar.

Bunda PAUD Jawa Tengah Hj Atikoh Ganjar Pranowo menambahkan pihaknya terus mendukung terbentuknya satu desa satu PAUD. Namun tentunya mesti diikuti peningkatan kualitas, khususnya pendidikan karakter pada anak. Dia juga mengingatkan agar tidak ada missing link antara pendidikan di sekolah dan keluarga. Termasuk, dengan lingkungan sekelilingnya. Berikan pola asuh ramah otak pada anak, hindarkan gap antara aorang tua dengan anak, dan orang tua pun mesti mereformasi diri menghadapi perkembangan teknologi.

“Harapannya ada keaktifan lingkungan dalam menerapkan pola asuh ramah otak. Anak-anak itu unik. Tidak bisa menggeneralisasi anak baik seperti apa, misalnya yang duduk manis. Tidak bisa karena ada anak yang kinestetik atau banyak berberak, dan ada pula yang scientific, cenderung antheng. Fahami itu, perlakuannya beda”, tutur ibu satu anak ini.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nurhadi Amiyanto selaku Ketua Panitia menyampaikan pihaknya terus mendukung terwujudnya anak usia dini yang sehat, cerdas, ceria, kreaif, berakhlak mulia, dan berkarakter, melalui peningkatan pemerataan mutu dan efisiensi penyelenggaraan PAUD. Gebyar PAUD diselenggarakan untuk meningkatkan motivasi bermain dan belajar bagi anak usia dini, mengembangkan bakat dan kreativitas anak, meningkatkan motivasi tenaga pendidik, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembinaan dan penyelenggaraan berbagai program PAUD. Sekaligus mengenalkan anak pada akar budaya dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Dalam Gebyar PAUD tersebut juga diserahkan penghargaan dari Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah kepada Bunda PAUD kabupaten/ kota yang berprestasi membentuk satu desa satu PAUD. Yakni Bunda PAUD Kabupaten Banyumas, Wonogiri, Demak, Kudus, Boyolali, Karanganyar, Pemalang, Kota Magelang, Surakarta, Salatiga, Pekalongan, dan Tegal. (BNC/ist)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.