7 Tips Rahasia Siswa Berprestasi

siswa dan santri berprestasiApa rahasia agar siswa (pelajar/santri) berprestasi? Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, KH Asep Saifuddin Chalim ada 7 rahasia agar siswa, pelajar dan santri berprestasi. Kyai Asep, panggilan beliau, sukses mengantarkan santrinya yang bersekolah di MA yang dipimpinnya masuk ke PTN favorit melalui berbagai jalur. Dikutip dari laman kemenag.go.id pada kelulusan 2016 ini ada 138 siswa yang diterima di berbagai PTN dan juga diterima kuliah di luar negeri.

“Selain diterima di PTN favorit dalam negeri, tahun ini, siswa yang kuliah  ke Eropa juga banyak sekali. Ada sekitar 50-an, menyebar ke Jerman, Inggris, Cambridge, dan lainnya. Sedangkan yang ke Timur Tengah ada 23, sebagian lainnya  ke China, Jepang, Australia. Semuanya ada 138 siswa,” kata Kyai Asep.

Berikut 7 resep rahasia sukses santri Kyai Asep yang diajarkan kepada para santrinya, yang bisa dicontoh sehingga menjadi tips bagi siswa yang ingin berprestasi:

  1. Al-jiddu wal muwaadlabah

Artinya santri harus memilik sikap berkesungguhan dan ajeg dalam berkesungguhan. “Anak-anak harus selalu dimotivasi untuk bisa melakukan demikian,” jelasnya.

  1. Taqliilul ghida’ (menyedikitkan makan)

Para santri kalau makan tidak boleh sampai kekenyangan. Sebab kenyang itu datang 10 menit kemudian.  “Sementara al-bithnatu tudzhibul fath’atau “kenyang itu menghilangkan kecerdasan”,” ujarnya.

  1. Mudaawamatul wudlu’

Artinya santri selalu menjaga diri dalam keadaan suci dengan berwudlu.

  1. Qira’atul qurani nadzran

Yaitu membaca Al-Qur’an dengan dilihat Al-Qur’annya. “Ada waktunya, 15 menit. Sehabis azan Subuh sampai iqamat, 15 menit harus baca Al-Qur’an,” pesannya.

  1. Tarkul ma’aashi

Tidak boleh bermaksiat.

  1. Melaksanakan shalat malam

“Di sini anak-anak shalat malam,” tuturnya.

  1. Tidak boleh jajan di luar

Menurut Kiai Asep, dalam kitab kuning ada penjelasan bahwa makanan di luar lebih mendekati najis dan kotornya.

“Jajan di luar itu kan terbuka, banyak orang yang melihatnya, lalu ingin, namun tidak bisa membeli karena tidak punya uang. Kalau makanan terkondisikan seperti itu, hilang barakahnya,” urai Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, para santri dan siswa Amanatul Ummah harus berpegang pada pola kehidupan yang seperti ini. Hal itu disebutnya sebagai cara santri bertawakkal, dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan menjamin keberhasilannya. “Berupaya keras dan berdoa maksimal, itu bentuknya tadi,” tandasnya.

Anda pelajar muslim bisa mencontoh apa yang diajarkan Kiai Asep di atas, demikian pula orang tua bisa mengajarkan hal itu kepada anak-anaknya. Silahkan disebarkan. (BNC/ist/foto ilustrasi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.