‘Langka pecele, jarene festival kuliner Banyumas’

festival kuliner banyumas gor satriaBanyumasNews.com, PURWOKERTO – Kuliner khas Banyumas dalam bayangan kita, untuk menyebut beberapa, adalah mendoan, pecel, soto Sokaraja, soto Jalan Bank, gethuk goreng. Dari menu pecel, yang unik dan tradisional menjadi klangenan adalah pecel combrang. Dan soto pun bisa disajikan dalam ragam menu dan bumbu.

Namun menu-menu tradisional itu tidak ditemukan di ajang Festival Kuliner Banyumas yang berlangsung di halaman parkir Stadion GOR Satria Purwokerto, 12 – 15 Mei 2016. “Langka pecele, jarene kuliner Banyumas”  tulis seorang pengunjung di spanduk (banner) yang disediakan panitia untuk menuliskan kesan dan pesan.

Festival kuliner Banyumas
“mendoannya mana??”

Pengunjung lain menanyakan mengapa tidak ada mendoan. “Mendoannya mana?”, tulisnya. Ada juga yang menulis “kurang dage”, “kebanyakan menu modern fast food”. Dan banyak kritik lain yang ditulis pengunjung.

"makanan tradisionalnya kurang"
“makanan tradisionalnya kurang”

Festival Kuliner Banyumas yang diadakan oleh EO SanaSini ini dalam pantauan BanyumasNews dari puluhan stand yang ada lebih banyak menampilkan menu modern berupa fast food. Itu pun tidak menunjukkan keterwakilan pelaku kuliner dari Banyumas. Contohnya stand coklat “Cairibia” ternyata datang dari Jogja. Ada pula makanan khas soto dan tengleng dari Solo.

Mengenai tidak adanya makanan tradisional di ajang yang membawa nama ‘Kuliner Banyumas’ itu, PIC EO SanaSini ketika dihubungi lewat sms mengatakan maksud festival kuliner Banyumas adalah pameran kuliner yang menyediakan aneka pilihan kuliner di satu tempat dan diselenggarakannya saat ini di wilayah Banyumas, yaitu GOR Satria. “Jika tidak banyak makanan tradisional khas Banyumas, itu tergantung stand yang mengisi”, lanjutnya. (BNC/ist)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.