BI kembangkan padi model Hazton di Sumpiuh

tanam padi hazton bi banyumasBanyumasNews.com, BANYUMAS – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto, menggelar program sosial melalui wira usaha tani di Desa Selandaka Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. BI menggelontorkan dana sebesar 116 juta kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) Dewi Sri untuk menanam padi metode hazton 8 hektar.

Penanaman perdana padi metode Hazton dilakukan bersama-sama oleh Wakil Bupati Banyumas, dr. Budhi Setiawan bersama-sama Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto didampingi Muspika, Kepala Desa dan ketua kelompok tani, Kamis (12/5/2016) di lahan Gapoktan Dewi Sri Desa Selandaka.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Ramdan Denny Prakosa mengatakan program penanaman padi menggunakan teknologi Hazton di Desa Selandaka Kecamatan Sumpiuh oleh Pemkab Banyumas dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto merupakan program sosial BI, dengan tema dedikasi untuk negeri. Ramdan berharap program ini dapat meningkatan kesejahteraan hidup petani.

Ramdan mengatakan dari uji coba yang sudah dilakukan, metode Hazton hasilnya jauh lebih baik dan meningkat. “Dengan hasil panen yang meningkat diharapkan, sebagian hasil panen untuk kebutuhan hidup sebagian lain untuk modal tanam berikutnya” jelasnya.

Mukhotir Kepala Desa Sumpiuh melaporkan, pindah tanam program wirausaha tani BI kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dewi Sri, menargetkan 8 Ha. “Tetapi kami bersama Gapoktan dapat merealisasikan sebanyak 9 Ha” katanya.

Wakil Bupati Banyumas dr. Budhi Setiawan mengatakan metode hazton cocok untuk Banyumas, dengan hasil ujicoba yang dilakukan di Pegalongan Patikraja.

“Uji coba metode Hazton yang diciptakan Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Barat, Hazairin dan Anton Kamaruddin terbukti sukses, namun demikian karena merupakan pola baru harus ada pendampingan, petugas pertanian” jelasnya.

Karena cara tanam yang agak berbeda petani diharapkan untuk mengikuti petunjuk agar hasil menjadi maksimal. “Harapan kami setelah sukses panen ini, para petani di Gapoktan Dewi Sri terus memaksimalkan pengolahan pertaniannya, sehingga ke depan hasilnya lebih maksimal dan akhirnya bangga menjadi petani Indonesia,” katanya.

Keberhasilan pola tanam padi hazton ini, sudah dirasakan oleh petani lain. Kardi petani asal desa Gumelar Kidul Kecamatan Tambak sudah melakukan penanaman secara mandiri. “Karena hasilnya bagus kami menaman sendiri dilahan milik saya seluas 1 bau” katanya. (BNC/IST/Pars)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.