Belajar Arung Jeram, Dari Mendayung Hingga Teknik Flip-Flop

belajar arung jeram

PURBALINGGA -Sebanyak 72 aktivis alam bebas yang tergabung dalam Forum Dinamika Kepencintaalaman (Fordik) Banyumas belajar dasar-dasar arung jeram di Sungai Klawing yang melintas di Desa Onje Kecamatan Mrebet Purbalingga, Minggu (1/5). Pelatihan ini, di bawah pengawasan dan arahan instruktur dari Perhimpunan Arung Jeram Tirtaseta Purbalingga.
Peserta belajar semua teknik dasar arung jeram. Meliputi mendayung, renang jeram, self rescue dan teknik flip flop (mengembalikan perahu yang terbalik ke posisi semula). Koordinator latihan Fordik Banyumas, Rasyid Wisnu Aji menuturkan, latihan dimulai dengan materi praktek pada Sabtu (30/4) di Fakultas Ekonomi Unsoed Purwokerto.

“Lalu kami memempraktekakannya di Sungai Klawing. Fordik ini memang terdiri dari komunitas dan organisasi pencinta alam di wilayah Banyumas. Masing-masing organisasi memiliki divisi arung jeram dan SAR sungai. Jadi disinilah kami sekarang,” ujarnya disela-sela pelatihan di Sungai Klawing, Minggu (1/5).

Ketua Perhimpunan Arung Jeram Tirtaseta, Toto Triwindarto menuturkan, sebelumnya, Sungai Klawing di Desa Onje lebih banyak digunakan oleh komunitas kayak dan perahu karet arung jeram Tirtaseta. Seiring tumbuhnya wisata sungai di Purbalingga, Tirtaseta tergerak untuk memberi kesempatan pegiat maupun pelaku wisata sungai untuk melatih skill yang dibutuhkan di sungai arus deras.

Kedatangan Fordik ke Sungai Klawing itu, menurut Toto Triwindarto, sudah tepat. Karena misi kami selain kegiatan petualangan, konservasi wisata, juga pendidikan dan pelatihan. Materi pelatihan dasar berupa skill in door yang sudah diperoleh dipraktekkan di sungai klawing. “Kendati pelatihan baru pada tingkat basic skill, sudah cukup untuk bekal keselamatan diri ketika beraktifitas di sungai,” tuturnya.

Toto menegaskan, skill untuk beraktifitas di arus deras bagi para pegiat maupun pelaku wisata sungai arus deras harus terus diasah. Sungai Klawing dengan spot yang memenuhi semua aspek menjadi tempat yang cocok untuk mengasah kemampuan itu.

“Tirtaseta terbuka bagi siapa saja yang mau berlatih. Kami senang karena ini berarti tumbuhnya kegiatan di sungai arus deras,” ujarnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.