Ketika Para Penyair dan Seniman Berkumpul

baca puisi

PURBALINGGA  –  Kompleks GOR Mahesa Jenar Purbalingga berubah menjadi bergairah, Kamis (29/4) malam. Lebih dari 50 penyair dan seniman dari Purbalingga, Purwokerto dan sekitarnya berkumpul dan berekspresi di panggung terbuka dalam gelaran “Purbalingga Membaca Chairil Anwar” yang dihelat oleh Komunitas Teater dan Sastra Perwira Katasapa.

Diawali dengan penampilan seni tari tradisional Dames oleh kelompok Laras Budaya dari Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari. Lalu penyair seperti Agustav Triono, Trisnanto Budidoyo, Dharmadi, Wage Tegoeh Wijono, Haryono Soekiran dan Rido Agung Nugroho serta Saikhul Irfan Anwar bergantian membawakan puisi karya Chairil Anwar dan karya mereka pribadi.

“Selain untuk mengenalkan komunitas ini, acara ini mengangkat spirit Chairil Anwar, sang pembaharu dalam sastra Indonesia. Ini juga menjadi pelepas kerinduan para pegiat sastra dan teater di Purbalingga yang sekian lama seperti tiarap. Kami ingin dilakukan secara kontinyu,” kata Ketua Katasapa Ryan Rachman.

Panggung semakin ramai saat penampilan teatrikalisasi puisi oleh Teater Brankas SMA 2 Purbalingga, musikalisasi puisi oleh Teater Teksas FIB Unsoed Purwokerto, Teater Didik IAIN Purwokerto, Teater Perisai UMP Purwokerto dan SMK Penerbangan Purbalingga serta kolaborasi Totman Multitalenan dengan Gaman Wahyudiana yang membawakan puisi lagu berbahasa Banyumasan. Kemudian penampilan puisi on kanvas oleh Ryan Rachman yang berkolaborasi dengan pelukis Hadiwijaya dari Purwokerto dan Chune Yulianto dari Purbalingga.

“Katasapa berawal dari keinginan para pegiat teater dan sastra yang dulunya aktif di kampus. Kami ingin ada gairah lagi berkesenian terutama kontemporer di Purbalingga yang beberapa tahun ini tertidur. Kalau pun ada ya hanya sebatas di kalangan sekolah saja,” imbuh anggota Katasapa, Trisnanto Budidoyo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga Subeno mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Katasapa. Ia berharap kegiatan itu tidak hanya sekali gebyar saja, namun dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya siap membarikan fasilitasi tempat di GOR Mahesa Jenar untuk kegiatan kesenian.

“Rencananya, nanti GOR ini akan dibuat Taman Budaya dimana ada panggung terbuka dan ruangan untuk memberi ruang para seniman di Purbalingga. Jika untuk pengembangan seni, bilang saja sama saya, tidak akan dimintai biaya,” katanya yang malam itu ikut membaca puisi. (Tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.