Diwarnai Dua Kartu Merah, Persibangga Taklukkan Persibas 2-1

Adu fisik nyaris terjadi pada pertandingan antara Persibangga Purbalingga melawan Persibas Banyumas.
Adu fisik nyaris terjadi pada pertandingan antara Persibangga Purbalingga melawan Persibas Banyumas.

PURBALINGGA – Kesebelasan Persibangga (Purbalingga) mampu meraup tiga angka dalam laga perdana Grup III Indonesian Soccer Championship (ISC) B melawan Persibas (Banyumas), di Stadion Goentoer Darjono, Minggu (1/5).

Dua gol kemenangan tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman dicetak  striker Kurniawan Sukawijaya dan Anggi Prabowo masing-masing di menit 14 dan 49. Gol Persibas dicetak pemain belakang Iron Sara di menit 30.

Pertandingan antara kedua tim berjalan dengan keras dan ketat. Wasit  Untung (Bandung) juga mengeluarkan dua kartu merah, masing-masing untuk striker Persibangga Kurniawan Sukawijaya dan pemain tengah Persibas Subagiyono yang terlibat adu pukul di lapangan pada menit ke 65.

Secara umum sebenarnya Persibas lebih menguasai ball posesion. Namun Persibangga tampil kompak. Pelatih Persibangga Ahmad Muhariah menerapkan pola 3-5-2. Dia mengandalkan dua wing back masing-masing Ringga Setiawan dan Fendri Maryono untuk membantu mensuplai bola ke depan. Sedangkan Persibas tampil agresif dengan mengandalkan striker striker Ibrahim Ibnu Anas serta Imam Witoyo.

Kemenangan tersebut merupakan kemenangan kesekian kalinya Persibangga atas Persibas. Sebelumnya di Turnamen Piala Bupati Purbalingga awal April lalu, Persibangga juga menang tipis 2-1.

Pelatih Persibangga Ahmad Muhariah mengatakan kemenangan tersebut menjadi modal untuk menghadapi laga kedua menjamu Persis (Solo) di Stadion Goentoer Darjono, pada Sabtu (7/5)  mendatang. Menurutnya anak asuhannya memang bermain kompak dan bisa menjaga ritme permainan. “Mereka melakukan serangan dengan mengandalkan dua wing back,” ungkapnya.

Sedangkan pelatih Persibas Putut Wijanarko mengatakan anak asuhannya belum tampil kompak 100 persen. Menurutnya dua gol Persibangga bersarang ke gawang Triono Putra karena koordinasi lini belakang yang masih lemah. “Waktu persiapan yang mepet membuat team work belum sempurna. Ini akan kami benahi di pertandingan berikutnya,’ ujarnya.(pt)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.