Peringatan Hari AIDS Sedunia di Purwokerto dan Banyumas Raya yang rawan narkoba

stop narkobaBanyumasNews.comHari AIDS Sedunia di Puwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditandai dengan unjuk rasa sekitar 50 aktifis peduli HIV/AIDS menuntut Pemkab Banyumas segera mensosialisasikan Perda tentang HIV/AIDS kepada masyarakat. Berbeda dengan peringatan Hari AIDS Sedunia tahun lalu, dimana aktifis di Purwokerto membuat heboh dengan lomba meniup kondom, tahun ini lebih mendorong keseriusan pemerintah daerah dalam pencegahan HIV/AIDS.

Menurut koordinator aksi Arno Suprpto, tahun ini Banyumas sebenarnya sudah memiliki Perda tentang HIV/AIDS, hanya saja Perda tersebut belum disosialisasikan.

“Kalau memang perangkatnya belum lengkap, misalnya belum ada peraturan bupatinya, ya segera dibuat,” desaknya.

Tuntutan lain adalah adanya Perda yang berkaitan dengan masalah sosialisasi bahaya HIV/AIDS melalui papan reklame. Menurut Arno, dengan papan reklame yang terpasang di pinggir-pinggir jalan dapat dituliskan pesan moral tentang HIV/AIDS, narkoba, dan sebagainya. Para aktifis juga meminta lembaga penyiaran public RRI Purwokerto menyiarkan acara tentang kepedulian pada HIV/AIDS minimal sekali dalam sebulan.

Banyumas Rawan Narkoba

Sementara itu tepat pada peringatan Hari AIDS Sedunia Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan data penyebaran HIV/AIDS yang disebabkan injecting drug user (IDU) atau penularan via jarum suntik di Indonesia mencapai 1.794 orang. Data tersebut berdasarkan kasus yang dilaporkan selama kurun waktu Januari-Desember 2014.

“Data kasus AIDS karena narkotika dapat menggunakan data faktor risiko yang IDU (injecting drug user), yaitu sebanyak 1.794,” ujar Kepala Bagian Humas BNN Kombes Slamet Pribadi, Selasa (1/12/15) seperti dikutip Okezone.

Terkait penyalahgunaan narkoba di Banyumas Raya, BNN Kabupaten Purbalingga mengungkapkan telah melakukan razia pada 100-an tempat hiburan di sekitar Banyumas meliputi Baturraden, Purbalingga, Banjarnegara, dan Brebes. Kepala BNN Kabupaten Purbalingga AKBP Edy Santosa mengatakan dari hasil cek urine cukup banyak yang dinyatakan positif hasilnya.

Yang lebih mencengangkan, menurut Edy, dari pantauan IT BNN, terdeteksi 22 ribu sms terkait peredaran narkoba di Banyumas Raya. Jika dari 22 ribu sms ini ada seribu pemesa sabu 0,25 gram paket hemat, maka ada peredaran 4 kg sabu di masyarakat. “Satu kilogram sabu mengancam empat ribu jiwa di masyarakat. Ini artinya dengan empat ribu kilogram sabu maka mengancam 16 ribu jiwa di masyarakat”, sambung Edy dikutip Suara Merdeka.

Untuk menekan peredaran gelap narkoba itu, BNN Purbalingga aktif melakukan berbagai upaya, seperti seminar pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.