Awas, pajak progresif pencarian JHT bertahap!

 

Jpeg
Jpeg

Anda peserta BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) dengan lama kepesertaan sudah 10 tahun? Lalu karena kebutuhan yang mendesak terbersit untuk mencairkan dana JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar 10 % yang secara aturan diperbolehkan?

Sst… tahan dulu, sebaiknya Anda berfikir 1000 kali untuk melakukannya. Lho? kenapa? itu ‘kan uang kita sendiri?

Jawabnya: karena ada pajak progresif pencarian JHT bertahap yang besarnya… ih, besar lho untuk ukuran pekerja.

Anda mesti tahu, ada perbedaan peraturan mengenai pencairan JHT secara langsung sekaligus dan pencairan bertahap. Perbedaannya terletak pada peraturan pajak. Saat ini ada pajak progresif pencairan JHT bertahap.

Dasar hukum yang digunakan terkait pajak progresif pencairan JHT bertahap adalah pasal 5 ayat 1 PMK Nomor 16/PMK.03/2010 dan pasal 6 PP Nomor 68 tahun 2009. Peraturan ini memposisikan dana JHT sebagai penghasilan pekerja, sehingga dana tersebut ketika diambil dikenai pajak progresif. Padahal uang yang dipotong itu lebih bersifat sosial ya, bukan dengan motivasi kekayaan. Tapi bagaimana lagi, inilah peraturan yang sekarang berlaku.

“Pengambilan pertama bebas pajak, baru nanti pengambilan kedua akan dikenakan pajak progresif,” kata Abdul Cholik, Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan aturan tersebut, peraturan pajak progresif pencairan JHT bertahap adalah:

Jumlah : s/d 50.000.000 pajak 5%

Jumlah : 50.000.001 – 250.000.000 pajak 15%

Jumlah : 250.000.001 – 500.000.000 pajak 25%

Jumlah : >500.000.00 pajak 30%

Beda cerita, jika Anda mencairkan dana JHT saat memasuki usia pensiun (usia 56 tahun). Pajak yang dikenakan hanya 5%. Artinya, pajak progresif hanya berlaku bagi peserta yang mencairkan dana JHT sebelum usia pensiun.

Jadi misalnya saldo JHT Anda saat ini sebesar Rp 100 juta, kepesertaan sudah 10 tahun lebih, Anda mencairkan bertahap 10 %, maka Anda mendapat dana tunai Rp 10 juta. Saat Anda pensiun 3 tahun yang akan datang, tarohlah JHT Anda mencapai 110 juta. Maka JHT tsb ketika dicairkan saat Anda pensiun nanti akan dikenakan pajak progresif sebesar 15 %. Atau sekitar Rp 16,5 juta. Wow! jumlah yang tidak sedikit yang Anda sumbangkan ke negara.

Anda mencairkan hanya 10 juta tapi dikenakan ‘penalti’ lebih dari 150 persen dana yang dicairkan tahap pertama tadi, karena adanya pajak progresif tsb.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.