Mengenang masa mahasiswa tahun 80-an bersama Krakatau Reunion dan Casiopea 3rd

trie utami krakatau di EJL 2015Goyon, salah seorang pencinta music jazz dari Purwokerto, rela merogoh kocek Rp 400 ribu demi tiket menonton Krakatau dan Casiopea 3rd dalam pagelaran Economics Jazz Live Part XXI 2015 Sabtu malam (10/10/15) di Grand Paciific Hall Yogyakarta. Tentu biaya ke Jogja tidak hanya tiket nonton group yang sangat tenar di era 80-an itu, tapi juga keluar biaya untuk transport dan penginapan. Tapi, ah, apalah artinya semua itu demi kepuasan ngejazz bareng Krakatau Reunion dan Casiopea 3rd.

Ya, Casiopea 3rd kembali menyapa para penggemarnya di Yogyakarta setelah kunjungan pertamanya 2013 lalu. Issei Noro cs kembali membawakan hits-hits jazz-fusion andalannya di atas panggung Grand Pacific Hall, Jalan Magelang, Yogyakarta. Tampil pula di ajang tahunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM itu Krakatau Reunion, yang sayangnya tampil tanpa Indra Lesmana yang tengah menjalani operasi empedu.

Sebelum pertunjukkan, dalam press conference, terungkap pertemuan antara dua legendaris jazz dari dalam dan luar negeri ini adalah sebuah kesempatan yang sangat langka. Gilang bahkan dibuat speechless karena bisa tampil sepanggung dengan Casiopea. “Rasanya ampil bersama dengan grup yang punya pengalaman hampir sama itu (usia group 30an tahun) saya tak bisa mengutarakannya. Mudah-mudahan penonton akan terhibur dengan kami,” sambungnya.

Dan Economics Jazz 2015 itu pun berlangsung meriah, dan tentu saja sangat menghibur, melapas kerinduan 3000-an penonton yang memenuhi Grand Paciific Hall.

“KAU datang seketika….. mengejutkan jiwa….”, lirik yang dilantunkan Tri Utami menggema. Tidak saja menggema di ruang pertunjukkan, tapi menggema ke lorong-lorong jiwa para fans-nya, yang bernostalgia mengenang dulu di tahun 1988 semasa masih mahasiswa, ketika Krakatau tampil juga di Economics Jazz di UGM.

Mengenang masa mahasiswa: mbludhus

Sebagian penonton kali ini adalah penonton pentas Krakatau 1988 itu, yang saat itu masih mahasiswa, dalam Economics Jazz Live II tahun 1988.

“Semua masih tampak sehat dan gemuk”, kata Iik, sapaan Tri Utami. “Ini harus disyukuri. Bisa gemuk, berarti masih bisa makan apa saja”, lanjutnya.

Grrrr… penonton menyambut gurauan Tri Utami bernada menyindir itu.

krakatau di ejl 21Ya, sebagian penonton adalah para mantan mahasiswa Fakultas Ekonomi UGM (kini Fakultas Ekonomi dan Bisnis/FEB), yang tengah menggelar Dies dan Munas I Kafegama (Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi Gadjah Mada). Mereka adalah para mahasiswa di tahun 1980-an, saat Krakatau menjadi salah satu kelompok musik produktif. Usia personel Krakatau dengan para penonton semalam, bisa dibilang sebaya. Itulah sebabnya, Tri Utami bisa dengan jelas “menggambarkan” kondisi para penonton sewaktu mahasiswa.

Ikut menonton malam itu Pramono Anung, Menteri Sekretaris Kabinet Jokowi. Meski bukan mahasiswa FE UGM, Pramono Anung mengakui ”kebenaran” yang disampaikan Tri Utami. Misalnya soal Krakatau yang menjadi teman mahasiswa yang tinggal di kamar sempit ukuran 3×4 meter dulu. “Saat kuliah di ITB, di kamar kos ukuran 3×4 meter, ya Krakatau-lah temannya,” kata Pramono Anung saat ditanya MC Farhan.

Selain Pramono Anung, tokoh yang hadir malam itu adalah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Ia adalah lulusan Fakultas Hukum UGM, angkatan 87, yang malam itu membuat semacam “pengakuan dosa” ketika di tahun 1988 ia menonton Krakatau dengan ‘mbludus’.

”Saat itu saya masih tahun pertama di UGM. Saya nonton Krakatau mbludhus,” kata Ganjar disambut tawa penonton. ”Tahu mbludhus to?” tanyanya pada MC.

Mbludhus, menonton tanpa membeli tiket, biasa dilakukan mahasiswa ketika itu untuk menonton konser besar karena tidak punya uang untuk beli tiket. ”Tapi, saya masuknya setelah setengah konser berlangsung. Biasanya kan ada kesempatan untuk masuk di saat itu,” lanjut Ganjar.

tri utami ejl 2015Krakatau Reunion melantunkan lagu-lagu hits seperti Gemilang, La Samba Primadona, Sekitar Kita, Kau Datang, yang disambut koor penonton. Semua hanyut dalam pagelaran yang menjadi ajang nostalgia para penonton yang dulu masih langsing ketika masih mahasiswa, dan kini seperti sindir Tri Utami sudah gemuk-gemuk.

Saking asyiknya pertunjukkan, sampai-sampai Casiopea yang tampil setelah Krakatau, harus dua kali menuruti request penonton, yang berteriak ”we want more… we want more…” .

Casiopea menampilkan sekitar 18 nomor hits, seperti Cacth the wind, Feel Like a Child, Mode to Start, Days of Future, Midnight Rendezvous, The Limit, Armful.

Economics Jazz menjadi event tahunan FEB UGM. Tony Prasetyantono, promotor event mengatakan, tahun depan pagelaran akan berlangsung pada Sabtu malam Minggu, 14 Mei 2016. Menurutnya, tahun depan akan menghadirkan Fourplay.

Fourplay adalah kuartet jazz Amerika kontemporer. Anggota asli kelompok itu Bob James (keyboard), Lee Ritenour (gitar), Nathan East (bass), dan Harvey Mason (drum). Pada tahun 1997, Lee Ritenour meninggalkan grup dan Fourplay memilih Larry Carlton sebagai pengganti. Lalu pada tahun 2010, Larry Carlton meninggalkan Fourplay dan digantikan oleh Chuck Loeb.

Wah, asyik nih bisa menonton group jazz dunia lagi tahun depan di Yogya. (BNC/ist/foto dan sebagian teks: FB Erwan Widyarto)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.