SMA IT Al Irsyad Purwokerto rajai National Sharia Economic Competion

juara dari Al Irsyad PurwokertoBanyumasNews.com – Prestasi gemilang diraih oleh SMA IT Al Irsyad Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dalam ajang National Sharia Economic Competition (NASEC) 2015, yang diselenggarakan UGM, Yogyakarta, 1-2 Oktober 2015. Dua tim yang dikirim SMA swasta favorit di kota mendoan Purwokerto ke ajang bergengsi tingkat nasional itu berhasil menjadi juara 1 dan juara 2.

Para siswa berprestasi ini adalah Khairunnisa Ramadhani dan Ly Anjeng Fadhillah sebagai juara 1. Kemudian Farhan Medio dan Layli Nur Azizaah sebagai juara 2.

“NASEC bukanlah ajang yang mudah dimenangkan, materi ekonomi syariah bukanlah materi yang mudah dipelajari oleh siswa SMA. Semua peserta pun merupakan tim terbaik dari berbagai sekolah bergengsi di Indonesia. Ditambah, diselenggarakan oleh universitas bergengsi di negeri ini. Semuanya ingin menang, tekanan mental sangat berat dalam kompetisi ini” ungkap Muhammad Iqbal, S.E., M.SI., Kepala SMA IT Al Irsyad Purwokerto, Jum’at (9/10/15).

Empat siswa kebanggaan sekolah ini sukses melewati semua tahap kompetisi. Diawali dengan lolos seleksi online yang menguji kemampuan analisis peserta seputar kasus teori konsumsi ekonomi konvensional serta riba dan peranan pemerintah dalam perbankan syariah. Seleksi ini menghantarkan kedua tim ini menuju UGM untuk bertemu langsung dengan 23 tim lainnya sesama peraih peringkat 25 tim terbaik.

Melewati 4 tahap seleksi

Saat berada di UGM, mereka harus melewati empat tahap seleksi. Pertama seleksi tulis yang menguji kedalaman wawasan ekonomi Islam, terutama tentang ekonomi makro dan ekonomi mikro. Hanya delapan tim yang lolos, termasuk tim dari Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.

Tahap kedua lebih sulit, karena peserta dihadapkan dalam Cerdas Cermat Ekonomi Islam. Beruntung, tim dari SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto memiliki pengetahuan sekaligus kecepatan dalam menemukan jawaban. Akumulasi nilai pada tahap pertama dan kedua sangat menentukan kesempatan masuk tahap semifinal. Lagi-lagi kedua tim dari SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto lolos bersama 2 tim lainnya.

Tahap ketiga, setiap tim diuji kemampuan wawasan sekaligus analisisnya dalam presentasi berjudul “Mengembangkan Sector Riil dan Keuangan untuk mencapai kabahagiaan dunia akhirat”.

Zakat produktif untuk revitalisasi sektor riil

Puncaknya, kedua tim unggulan ini berhasil mempresentasikan solusi mereka dengan baik dalam sesi final. Khairunnisa Ramadhani dan Ly Anjeng Fadhilah bahkan secara gemilang memukau juri dengan ide dan kemampuan analisisnya tentang Zakat Produktif dengan Pendekatan Otonomi Daerah untuk melakukan Revitalisasi Sector Riil.

Kedua siswa ini menawarkan agar pemerintah daerah mengoptimalkan zakat produktif yang dapat diambil dari zakat maal masyarakat kelas menengah atas. Dari zakat yang terkumpul ini, pemerintah dapat menghidupkan sector riil yang berupa pemberian dana untuk usaha pendirian usaha kecil menengah di masyarakat. Solusi yang siswa tawarkan dapat diterapkan di semua daerah di Indonesia dengan system otonomi daerah. Presentasi ini membuat mereka pantas meraih juara 1.

Sementara itu, Farhan Medio dan Layli Nur Azizah membawakan presentasi solutif berjudul “Optimalisasi lembaga keuangan publik Islam menuju Indonesia mandiri”.

Farhan dan Layli menyarankan agar lembaga keuangan publik independen seperti Lazis dan semacamnya dapat memberikan penyuluhan pembinaan spiritual sehingga dari program ini akan tumbuh jiwa wira usaha yang syar’i di masyarakat. Dengan demikian, dana yang digelontorkan oleh Lazis tidak hanya dapat melahirkan usaha yang mandiri, namun juga baik dalam pengelolaannya. Karena krisis ekonomi yang melanda masyarakat bukan sekadar karena kelangkaan modal dan lemahnya kemampuan wira usaha, namun juga karena lemahnya pemahaman masyarakat tentang sistem ekonomi Islam. (BNC/*/foto: pemenang NASEC 2015 dari SMA IT Al Irsyad Purwokerto)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.