Kiprah Azharudin Sadzali menggerakan produksi pakan ikan mandiri

azharudin sadjali dengan dirjen perikananTidak sia-sia usaha keras kelompok Wanadadi Makmur Sejahtera, desa Wanadadi, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah selama 3 tahun berupaya memproduksi pakan ikan secara mandiri. Begitupun dengan besarnya dana yang dikeluarkan demi menghasilkan produk pakan ikan yang berkualitas dengan harga yang bisa dijangkau pada pembudidaya ikan yang tersebar di Banjarnegara.

Adalah Azharudin Sadjali, SPt, pemuda alumni Fakultas Peternakan UGM th 2012 yang memberi semangat kepada anggota kelompok Wanadadi Makmur Sejahtera yang dipimpinnya untuk terus berinovasi, melakukan percobaan secara terus-menerus, dan mendesain mesin produksi hingga akhirnya upaya itu berhasil. Tidak kurang dana Rp 200 juta dari iuran anggota kelompok yang berjumlah 8 orang (semula anggota kelompok 12 orang) untuk investasi mesin pengolahan dan pembelian bahan-bahan untuk melakukan percobaan pencampuran bahan hingga ditemukan formula yang pas pakan ikan gurame, nila dan lele.

“Saya lulus kuliah memang terlambat, namun sebelumnya saya nyambi¬† sebagai sales pakan dan belajar tentang nutrisi ikan, dan bersama kawan-kawan memimpikan bisa memproduksi pakan ikan sendiri agar tidak tergantung pada pakan ikan yang harganya kian mahal”, kata Azharudin, yang mengaku masih menjadi sales pakan ikan berbagai merk untuk wilayah Barlingmascakeb.

Mesin produksi pakan ikan diperlihatkan oleh anggota kelompok WMS Gunawan (kaos merah) dan Adit (kaos hitam)
Mesin produksi pakan ikan diperlihatkan oleh anggota kelompok WMS Gunawan (kaos merah) dan Adit (kaos hitam)

Ia terobsesi untuk mengembalikan Wanadadi sebagai sentra perikanan budidaya yang sudah terkenal sejak ia masih kecil. Ikan gurame, nila dan lele memang menjadi andalan budidaya ikan di Banjarnegara.

Bersama Gunawan yang menurutnya piawai sebagai formulator, ia menginisiasi kelompok untuk mencoba memproduksi pakan ikan secara mandiri, dengan bahan lokal seperti tepung tapioka, bungkil, dan tepung ikan serta bahan lain yang diperlukan.

Untuk modifikasi mesin hingga bisa beroperasi, dibutuhkan waktu setahun. “Ini model mesin yang akhirnya bisa dipakai setelah beberapa modifikasi”, katanya.

Untuk menemukan ramuan pakan hingga bisa membuat pakan ikan yang bisa mengapung butuh waktu dua tahun. Selain karena tidak ada referensi baku ramuan pakan ikan, yang menjadi rahasia perusahaan/pabrik, juga karena beda formulasi pakan ikan untuk gurame, nila dan lele. Karenanya Gunawan sebagai formulator yang juga menjadi sekretaris kelompok terus berinovasi dengan terus berdiskusi dengan Azharudin dan anggota lainnya. Akhirnya ditemukan formula yang pas dan bisa diproduksi dengan alat modifikasi sendiri.

Pencampuran bahan pakan ikan masih dilakukan secara manual
Pencampuran bahan pakan ikan masih dilakukan secara manual

Mesin mereka berkapasitas 250 kg per jam. Namun ada kendala pada proses pra produksi, yaitu pada tahap pencampuran berbagai bahan yang masih dilakukan manual, mengaduknya dengan alat yang sederhana dengan tenaga manusia. “Mixing bahan masih pakai tongkat Dora Emon ini”, seloroh Gunawan menunjukkan wajan besar untuk tempat mencampur bahan dan sekop yang dipakai untuk mengaduk bahan.

Perhatian Pemerintah

Kini upaya Azharudin dkk mulai mendapat pengakuan. Berbagai pesanan dari pembudidaya mulai berdatangan, selain dipakai untuk anggota kelompok sendiri. Perhatian dari pemerintah pun mulai berdatangan, seperti dari Dirjen Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto yang meninjau lokasi produksi di Wanadadi pada Sabtu, 29 Agustus 2015 lalu. Terlebih KKP sedang menggalakan Gerakan Pakan Mandiri (GERPARI). Berita junjungan Dirjen Perikanan Budidaya:

Dirjen pun menjanjikan bantuan alat agar pencampuran bahan tidak lagi dilakukan secara manual dengan tenaga manusia, hal yang menjadi kendala dalam meningkatkan kapasitas produksi selama ini. Juga bantuan uji laboratorium atas hasil produksi kelompok Wanadadi Makmur Sejahtera ini. Azharudin pun berharap produksi pakan ikan mandiri ini bisa meningkatkan efisiensi dalam budidaya ikan, sehingga margin yang diperoleh pembudidaya lebih meningkat.

Hasil produksi pakan ikan Wanadadi Makmur Sejahtera
Hasil produksi pakan ikan Wanadadi Makmur Sejahtera

Azharudin Sadzali telah menjadi contoh kepedulian pemuda pada kemajuan daerahnya. Dan, inovasi dan kreatifitas pemuda untuk kemajuan warga memang layak didukung dan mendapat perhatian dari pemerintah. (BNC/Foto atas: Azharudin Sadzali (kaos hitam) memberikan penjelasan kepada Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto (baju batik) dalam kunjungan Direjen ke Wanadadi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.