Ahmad Albar tetap energik di usia setara usia Republik

ahmad albarKalau Anda penggemar musik sejati dan ditanya siapa rocker legendaris Indonesia, salah satu yang harus disebut adalah Ahmad Albar. Bagi generasi yang lahir di tahun 60-an sampai 70-an , namanya memang melekat kuat bersama nama group yang besar bersamanya: God Bless. Dan momen menyaksikan live aksi rocker gaek ini pastilah ditunggu-tunggu dan dirindukan.

Bagi penggemar rock di Purwokerto dan sekitarnya, kerinduan itu terobati ketika Ahmad Albar bersama Ian Antono – gitaris rock legendaris Indonesia, tampil dalam pentas music penutupan Pesta Rakyat Jawa Tengah 2015 di pelataran parkir GOR Satria Purwokerto. Pesta Rakyat Jawa Tengah 2015 adalah gelaran parade seni dan budaya memeperingati HUT Jawa Tengah, yang dalam peringatan HUT ke 65 ini dipusatkan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, yang berlangsung dari tanggal 21 Agustus hingga 23 Agustus 2015 malam.

Berkolaborasi dengan Rockestra dari Semarang, Ahmad Albar bersama Ian Antono sebagai gitaris membawakan tidak kurang dari 6 lagu yang populer hingga kini dan sering dibawakan di ruang-ruang karaoke. Lagu-lagu slow rock seperti Syair Kehidupan, Panggung Sandiwara dan Rumah Kita mampu mengobati kerinduan warga Purwokerto dan sekitarnya, khususnya penggemar musik rock. Juga lagu heavy rock macam Menjilat Matahari dan lagu pamungkas Semut Hitam.

Sebelum Ahmad Albar dan Ian Antono tampil, Kikan lebih dulu meggebrak dengan lagu-lagu rock yang bersyair nasionalistis, dan dalam satu sesi membawakan lagu Bendera berama Yodha Idol.

Ahmad Albar di Pesta Rakyat Jateng 2015 Purwokerto
Ahmad Albar di Pesta Rakyat Jateng 2015 Purwokerto

Namun bagi generasi yang lahir di tahun 60-an atau 70-an, God Bless lah yang dinantikan malam itu. Makanya, sebagian penonton yang bertahan hingga larut malam di Minggu malam itu, sebagian adalah mereka yang sudah tampak berusia paruh baya, selain tentu anak-anak muda pencinta music rock. Mereka setia menunggui Ahmad Albar dan Ian Antono tampil di penghujung acara puncak Pesta Rakyat Jawa Tengah itu.

Ahmad Albar yang pada 18 Juli 2015 lalu berusia 69 tahun, usia yang hampir sama dengan usia Republik Indonesia, masih mampu menampilkan sisa-sisa masa kejayaannya. Tampil cukup energik, sekalipun di beberapa nada tinggi terpaksa harus menurunkan nada. Ia pun tampak membatasi gerakan-gerakan. Kita harus maklum, stamina fisik di usia itu tentulah tidak memungkinkannya bergerak terlalu dinamis di seantero panggung yang untuk ukuran Purwokerto sangat megah itu.

Ahmad Albar dan Ian Antono, bersama Kikan, diundang khusus oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk tampil di acara puncak Pesta Rakyat Jawa Tengah 2015. Karena kecintaan Ganjar pada musik rock lah sehingga panggung rock malam itu terselenggara. Lebih khusus, Kikan disebut Ganjar sebagai musisi yang tidak hanya mencari materi, namun memiliki idealisme yang tinggi selain lagu-lagunya yang bernuansa nasionalisme. Kikan pernah menolak tampil di sebuah acara karena harus menandatangani kwitansi bodong alias tidak ditulis nominalnya. Hal yang rawan untuk manipulasi dan mark up oleh panitia. Ahmad Albar dan Ian Antono diundang tentu karena senioritas di blantika musik Indonesia.

“Kita harus berterima kasih kepada Pak Ganjar Pranowo, karena berkat beliau lah kita ada di sini”, kata Ahmad Albar tentang Ganjar Pranowo yang telah mengundangnya hadir di Purwokerto, di acara HUT Jawa Tengah yang ke-65.

Dan lagu yang hits di tahun 80-an Semut Hitam pun menutup pagelaran music sekaligus menandai berakhirnya Pesta Rakyat Jawa Tengah 2015 di Purwokerto. (BNC/phd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.