Sugeng-Sucipto lawan Tasdi-Tiwi di Pilkada Purbalingga 2015. Calon ‘bagongan’?

pasangan sugeng sucipto purbalingga_pilkada 2015BanyumasNews.com – Akhirnya muncul juga pasangan calon bupati Purbalingga yang akan bertarung di Pilkada Purbalingga 9 Desember 2015 dan Pilkada Purbalingga yang semula terancam tertunda karena hanya satu pasangan calon yang mendaftar. Pilkada Purbalingga bisa digelar sesuai rencana dalam Pilkada serentak 2015. Tentu banyak pihak bersyukur atas pelaksanaan sesuai jadwal tersebut.

Pasangan calon (paslon) yang mendaftar di masa ‘injury time’ itu adalah pasangan Sugeng, SH, M.Si dan Sutjipto, SH yang diusung koalisi tiga parpol, PKB, Demokrat dan Hanura. Keduanya secara resmi mendaftar sebagai Paslon Bupati Purbalingga pada hari Senin, 3 Agustus 2015 pukul 15.45 WIB. Dengan demikian, Kabupaten Purbalingga memiliki 2 (dua) pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada 2015.

Koalisi Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) total memiliki jumlah kursi 9 kursi atau 20% dari total kursi di DPRD Kabupaten Purbalingga, sehingga dinyatakan memenuhi syarat pokok Paslon.

Selanjutnya kedua paslon tersebut akan mengikuti tes kesehatan pada 4 – 5 Agustus 2015 di RSUD Goeteng Tanoedibrata Purbalingga.

Calon pendamping alias boneka?

Majunya pasangan Sugeng-Sucipto di detik-detik terakhir dikritisi oleh pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (Unsoed) Indaru Setyo Nurprojo. Dikutip Pikiran Rakyat, Indaru menilai munculnya nama Sugeng dan Sucipto sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga dalam Pilkada 2015 adalah sebagai calon “bagongan” atau calon yang dikondisikan oleh pasangan calon lainnya (sering disebut calon boneka).

Sebelumnya Pilkada Purbalingga terancam tertunda karena hanya pasangan calon Tasdi SH MM dan Dyah Hayuning Pratiwi SE B.con (Tasdi-Tiwi)yang diusung PDIP, PAN, PKS dan Gerindra yang mendaftar. Dalam masa perpanjangan pendaftaran majulah pasangan Sugeng SH. MH dan Sucipto yang diusung Partai Hanura, Demokrat, dan PKB.

“Pelaksanaan Pilkada 2015 di Kabupaten Purbalingga terkesan dipaksakan dengan munculnya calon ‘bagongan’,” katanya, Selasa (4/8/15).

Dia melihat adanya kejanggalan dalam proses dukungan terhadap pasangan calon yang bersaing dalam Pilkada. “Partai Hanura, Demokrat dan PKB yang mendukung pasangan Sugeng-Sucipto secara de facto mendukung, tapi tidak dilengkapi dengan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat,” katanya.

Padahal pada saat deklarasi pasangan Tasdi-Tiwi 28 Juli ketiga partai tersebut ikut hadir dan memberikan dukungannya. Namun kemudian partai tersebut mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung calon lain, Sugeng-Sucipto. Yakni setelah akhir pendaftaran hanya ada satu pasangan yang mendaftar ke KPU.

Indaru menambahkan, publik semakin bertanya-tanya mengapa muncul figur Sucipto, yang selama ini non aktif terhadap dinamika politik. Padahal banyak calon lain yang mumpuni.

“Ini jelas sekali adanya calon bagongan. Calon permainan, calon yang kemudian supaya pilkada ini terlaksana,” tandasnya dikutip Pikiran Rakyat.

Untuk menjawab keresahan adanya calon bagongan tersebut, jelas Indaru, partai politik harus memastikan kepada publik tentang kesimpangsiuran tersebut.

Sementara itu Calon Bupati Purbalingga, Sugeng menyatakan dengan tegas bahwa dirinya mencalonkan diri bukan karena tiba-tiba. “Kami bukan tiba-tiba, kami sudah mempersiapkan visi misi sejak Maret lalu,” jelas Sugeng. (BNC/*/foto atas: pasangan Sugeng-Sucipto mendaftar ke KPU Purbalingga – KPU Purbalingga)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.