2015, akhir demam batu akik?

batu akik sisik nagaFenomena demam batu akik atau trend batu akik diprediksi akan berakhir dan turun tahun 2015 ini. Sekalipun para kolektor tetap akan memburu jenis batu-batu yang terus coba digali dari bumi Nusntara, namun bagi yang sekedar mengikuti trend, akan segera berakhir kecintaannya pada batu akik di tahun ini. Artinya, setelah memiliki satu atau dua batu, cukup baginya.

Nasib batu akik memang sering sering disamakan dengan nasib trend tanaman anthurium dan ikan louhan yang pernah sangat tenar tetapi kemudian redup dalam kurun waktu relatif singkat. Ini semecam siklus hoby yang akan ada masa akhirnya. Tentu saja untuk kolektor murni tetap akan setia dengan batu-batu akiknya, tanpa terpengaruh trend di masyarakat luas.

Ada yang memperkirakan demam batu akik selesai di pertengahan tahun 2015. Tragis? kalau ya, berarti usia demam batu akik hanya sekitar 1 tahun. Trend batu akik yang menurun terlihat dari harga batu akik yang juga cenderung turun, ikatan (emban) yang juga makin murah, dan kios atau lapak batu akik yang mulai sepi bahkan menutup kiosnya. Dalam perjalanan antara Purwokerto-Purbalingga-Banjarnegara baru-baru ini, Banyumasnews.com menyaksikan lapak dengan papan nama “jual bahan batu akik” atau “jual gemstone” yang tidak lagi aktif.

Menilik trend anthurium beberapa tahun silam, satu anakan anthurium dapat dihargai hingga Rp 250 ribu.
Makin besar ukuran, terlebih pada beberapa jenis spesifik, harganya makin “tak masuk akal”. Ketika puncaknya, anthurium type cobra black beauty dewasa diberitakan seharga Rp 70 juta. Bahkan juga ada isu rekor paling tinggi harga anthurium daun ada yang sejumlah Rp 1, 8 miliar. Dan akhirnya kita tahu era ‘gelombang cinta’ tak bertahan dan euforia itu tak bertahan lama. Tidak sampai berusia hingga lima tahun. Harga makin menurun, satu anakan anthurium harganya meluncur terjun jadi cuma Rp 10 ribu.  Mereka yang mencoba peruntungan di anthurium mesti gigit jari.

Mirip dengan anthurium, harga batu akik kini sudah mulai turun, bahkan drastis. Bahan batu akik dijual murah di pameran-pameran. Batu akik yang sudah menjadi cincin dijual Rp 10-ribuan. Emban atau ikatan titanium awal demam batu akik dijual Rp 100 ribu, kini hanya sekitar Rp 20 ribu-an, bahkan ada yang bisa menjual lebih murah lagi.

Dikutip Intisari, seorang pengamat, Floribertus Rahardi, yang juga seseorang ahli pertanian melihat walau fenomena batu akik agak tidak sama dengan anthurium tetapi nasib pada akhirnya disangka bakal sama.
“Ada kemungkinan pasar batu akik bakal jemu serta alami nasib yang sama juga dengan anthurium, ” papar dia.

Lantas kapan demam batu akik ini bakal mereda? Dalam perhitungan Rahardi, mungkin saja pertengahan 2015 ini.

Jadi, jika Anda seorang ‘kolekdol’ (koleksi tapi juga adol – Jual – red), kalau sekiranya harganya bagus dan masih tinggi, kalau ada yang memintai batu Anda, kasihkan saja. Kecuali memang Anda niatkan untuk koleksi pribadi.

Namun ada upaya-upaya yang dilakukan berbagai komunitas untuk tetap menjaga trend batu akik ini dengan mengadakan kontes batu akik dan pameran  batu akik. Pada akhirnya akan terseleksi mereka yang benar-benar penuh kecintaannya pada dunia akik ini dan mereka yang hanya ikut-ikutan. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.