Delapan pengguna narkoba ditangkap di Baturaden

stop narkobaBanyumasNews,com – Tempat hiburan malam di kawasan wisata Baturaden, Kabupaten Banyumas, kembali menjadi sasaran razia petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis malam (30/7/15). Hasilnya petugas BNN mengamankan delapan pengguna narkoba, dimana salah seorang di antaranya diduga sebagai pengedar ganja.

Dalam razia itu petugas gabungan menyisir tempat karaoke dan diskotek di Baturaden, kota wisata yang terletak di lereng selatan Gunung Slamet, sekitar 15 km utara kota Purwokerto. Salah satu yang didatangi adalah Pringsewu Karaoke. Di sana salah seorang pengunjung yang sedang berkaraoke di salah satu room bersama tiga rekannya, mencoba berusaha kabur ketika diminta petugas untuk tetap diam di di tempat. Petugas pun segera menggeledah pengunjung tersebut, dan menemukan beberapa kantong plastik kecil berisi ganja dan bekas sabu-sabu.

Saat ditanya petugas, pemuda yang agak mabuk itu mengaku tidak mengetahui dari mana asal barang-barang haram tersebut. Dia bersumpah ‘demi Allah’ jika kantong-kantong plastik kecil berisi ganja dan bekas sabu-sabu itu bukan miliknya.

Petugas kemudian melakukan tes urine terhadap pemuda tersebut dengan tiga temannya (salah satunya perempuan). Dari hasil tes urine ke-empat orang itu diketahui positif ganja, maka mereka segera dibawa petugas ke Kantor BNN Purbalingga.

Tempat hiburan lain yang dirazia petugas gabungan adalah Zone Cafe dan King Karaoke. Tes urine dilakukan terhadap para pengunjung dan pemandu lagu (PL) di dua tempat itu. Tiga pengunjung Zone Café dinyatakan positif sabu-sabu sedangkan di King Karaoke ditemykan seorang pengunjung yang positif sabu-sabu.

Kepala BNN Purbalingga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Santosa kepada Antara mengatakan kedelapan orang yang diketahui positif ganja maupun sabu-sabu itu berikut barang bukti yang ditemukan telah dibawa ke Kantor BNN Purbalingga untuk dilakukan assessment.

BNN akan melakukan pengembangan terkait temuan barang bukti ganja dan bekas sabu-sabu tersebut, untuk mengetahui dari mana barang itu dan mengembangkan apakah sebagai jaringan pengedar atau sebagai penyalah guna. Jika dari hasil assessment yang bersangkutan diketahui sebagai penyalah guna, BNN akan melakukan rehabilitasi. Sebaliknya jika hasil assessment yang bersangkutan muncul sebagai pengedar, maka BNN akan melakukan penyidikan tindakan hukum. (BNC/ist/Ant)

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.