Banyumas tuan rumah HUT Jawa Tengah ke-65

Atraksi kelompok kesenian dari Kota Tegal saat tampil pada Parade Seni dan Budaya memperingati HUT Ke-64 Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (22/8) malam. Parade diikuti sebanyak 35 tim kesenian perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng.  ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Koz/pd/14.
Ilustrasi: Atraksi kelompok kesenian dari Kota Tegal saat tampil pada Parade Seni dan Budaya memperingati HUT Ke-64 Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (22/8/14) malam. Parade diikuti sebanyak 35 tim kesenian perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

BanyumasNews.com – Kabupaten Banyumas akan menjadi tuan rumah perayaan hari ulang tahun (HUT) Propinsi Jawa Tengah yang ke-65. HUT Jawa Tengah sendiri tapatnya jatuh pada tangga 15 Agustus 2015, namun pelaksanaan perayaan dengan berbagai event akan berlangusng di Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas, pada 21 hingga 23 Agustus 2015. Yang akan hadir dalam perayaan tersebut tidak hanya Gubernur Ganjar Pranowo beserta jajaran, perwakilan pemerintahan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah saja, namun perayaan ini juga mengundang 20 duta besar negara sahabat Indonesia. Wuih…. Purwokerto bakal ramai dong. Pastinya!

Menurut Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Setyo Jatmiko, , kegiatan perayaan HUT Jawa Tengah akan dipusatkan di kawasan GOR Satria Purwokerto. Perayaan akan menampilkan tema ragam budaya warga yang mendiami propinsi Jawa Tengah dan aneka lomba fun yang melibatkan masyarakat. Di antara lomba fun yang akan diadakan adalah lomba panjat pinang, balap karung, futsal dan perlombaan lain yang biasanya dilombakan dalam acara Agustusan.

Pencanangan Banyumas sebagai tuan rumah HUT Jawa Tengah sudah disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat membuka Banyumas Extravaganza April 2015 lalu. Ketika itu disampaikan Banyumas layak menjadi tuan rumah event level regional Jawa Tengah, setelah selama beberapa tahun sukses menyelenggarakan event budaya Banyumas Extravaganza, dan mendapat sambutan meriah dari warga Banyumas. Baca: http://banyumasnews.com/86707/sukses-gelar-banyumas-extravaganza-banyumas-siap-jadi-tuan-rumah-hari-jadi-jawa-tengah/

Perayaan tahun lalu (2014) dipusatkan di Semarang dengan salah satu pagelaran yang menarik adalah parade budaya yang diikuti oleh perwakilan Kabupaten/kota se -Jawa Tengah.

Atraksi kelompok kesenian dari Kota Surakarta saat tampil pada Parade Seni dan Budaya memperingati HUT Ke-64 Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (22/8) malam. Parade diikuti sebanyak 35 tim kesenian perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Koz/pd/14.
Ilustrasi: Atraksi kelompok kesenian dari Kota Surakarta saat tampil pada Parade Seni dan Budaya memperingati HUT Ke-64 Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (22/8/15) malam. Parade diikuti sebanyak 35 tim kesenian perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Sekilas sejarah Propinsi Jawa Tengah

Dikutip dari Wikipedia, Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Sampai dengan tahun 1905 Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Ketika itu Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Memasuki tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.

Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran, dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950. (BNC/ist/foto ilustrasi:Antara)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.