Es Brasil: dimulai dari membuat es lilin dalam kegiatan PKK

logo brasilKuliner Purwokerto tidak hanya soto Sungeb atau soto Sokaraja, juga tidak hanya kripik tempe dan mendoan. Ada yang khas: es lilin Brasil, yang diminati semua kalangan.

Awalnya dari kegiatan ibu-ibu PKK. Ya, Es Brasil lahir dari tangan kreatif Winawati Wangsaputri. Saat itu, istri dari Noto Hadiwardoyo ini menjadi anggota Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan memulai usaha rumahan dengan membuat es lilin. Bu Noto, sapaan akrabnya, mengawali usaha itu dengan menjual es lilin secara bakulan atau berkeliling. Produk pertamanya berupa es mambo yang terbuat dari bahan buah asli. Nama Brasil bukan dari kata Brazil, namun berasal dari kata “berhasil” dipilih sebagai nama usaha ini. “Karena ibu ingin usahanya ini berhasil,” kata Risnawati, menantu Bu Noto.

Nah baru tahu ‘kan? Tidak semua orang Purwokerto tahu sejarah es Brasil.

Es Brasil kini telah berkembang menjadi usaha keluarga dan diteruskan generasi kedua Bu Noto. Dua anak Bu Noto, Sugianto dan Edi Sarwono menjadi penerus usaha mendiang ibunya. Bila awalnya Bu Noto menjual es lilin dengan rasa manis dari sirup bernama Eski, sekarang variannya telah berkembang menjadi stik, cup, es jus, es rujak, es roti, es kotak, es cone, dan es cake.

es lilin brasilApa sih istimewanya Es Brasil?

Es Brasil terbuat dari santan kelapa asli dan susu murni yang dikombinasikan dengan bahan alami seperti buah. Penggunaan pewarna makanan hanya ada pada produk tertentu. Itu pun untuk menonjolkan warna, seperti rasa durian. Es Brasil juga tidak menggunakan pengawet dan bahan kimia tambahan, tapi es ini mampu bertahan hingga enam bulan. Bahkan, bila disimpan dalam keadaan beku dapat bertahan hingga satu tahun.

Es Brasil bentuk stik dapat dinikmati dalam tiga varian rasa, yaitu sari buah, pelangi, dan cokelat. Es jus yang berbentuk silinder, memiliki varian rasa paling banyak, seperti cokelat, durian, alpukat, kopi, dan sirsak. Ada juga es rujak. Hmmm dingin pedes… ngiler nih.

Kreasi es paling mahal di Kedai Brasil adalah es cake. Es ini terdiri dari roti bundar dengan isian Es Brasil dibagian tengahnya. Sementara itu, ada pula es dengan harga paling murah, bernama es kotak dan eski. Bila ingin membeli es di kedai ini sebagai oleh-oleh, dapat pula membeli dalam kemasan satu liter.

es brasil2Pemasaran dengan Gethok Tular

Pemasaran Es Brasil tidak istimewa dibanding gaya penjualan es lainnya. Es Brasil mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut atau gethok tular.

Awalnya pengunjung Es Brasil didominasi orang dewasa, karena es ini sudah ada sejak 1968. Namun, pengembangan kedai mulai dilakukan sejak 2000-an. Beragam fasilitas mulai ditambahkan, seperti pemasangan wifi di kedai Es Brasil, hingga mampu menarik minat remaja dan mahasiswa mengunjungi kedai bercat biru putih ini.

Kedai Es Brasil  tak hanya menjual es lilin, karena di sini juga tersedia kopidan susu kedelai. Selain itu, ada pula 15 macam jajanan pasar yang dapat menjadi teman santap Es Brasil. Seluruh minuman dan makanan di kedai ini hasil olahan sendiri. Kopi yang tersedia di kedai ini berjenis robusta yang dikembangkan suami Bu Noto.

Meski kedai ini terus berkembang, ciri khas berupa makanan tradisional seperti buntil, semayi, kopyor, dan candil tetap dipertahankan. “Seperti pesan ibu, kalau produk lama jangan sampai hilang,” ujar Risnawati.

Tempat produksi es yang dulunya berada di kediaman Bu Noto, sekarang dipindah karena rumah itu hanya diperuntukan sebagai kedai. Sokaraja dipilih sebagai tempat produksi karena lebih luas dan mudah untuk membuang limbah. Dari beraneka jenis es, hanya sebagian yang diproduksi menggunakan mesin. Selebihnya, masih menggunakan tenaga manusia yang diawasi keluarga sendiri.

es krim brasilTerkendala Buah Musiman

Kelangkaan buah musiman seperti nangka dan durian menjadi kendala yang sering dihadapi. Bila mengalami kelangkaan, kedai ini menyiasai dengan tidak memproduksi es dengan rasa itu. Pasalnya, kedai ini berprinsip terus menjaga kualitas rasa es. Rasa Es Brasil yang konsisten pada resep, membuat pelanggan datang kembali lagi.

Kini, Es Brasil tak hanya bisa dijumpai di Purwokerto, karena di Banjarnegara, Bumiayu, Cirebon, Majenang, Purworejo, dan Tegal juga mendapat pasokan es lilin ini. Tak hanya itu, di Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Bogor juga menikmati Es Brasil karena anak-anak Bu Noto yang berada di luar kota juga turut menjualnya.

Meski dijual di banyak tempat, produksinya masih dilakukan di Sokaraja. Sistem distribusi dilakukan menggunakan mobil keliling yang mengirim produk ke luar kota. Satu hal yang masih dipertahankan adalah cara penjualan bakulan menggunakan termos es lengkap dengan loncengnya. Hingga kini kedai Es Brasil hanya ada di Purwokerto.

Selain dapat dinikmati di kedai, Es Brasil juga melayani pesanan khusus seperti acara pernikahan, arisan, dan ulang tahun. Risnawati mengatakan, berapapun pesanannya akan dilayani. Apabila melebihi 500 cup, akan disediakan freezer untuk mempermudah distribusinya.

Aneka macam Es Brasil dan beragam sajian pendampingnya dapat dinikmati di Ice Cream & Coffee Brasil, Jalan Jendral Soeprapto Nomor 25 Purwokerto.

Kedai ini sangat mudah ditemukan karena terletak di jalan satu arah komplek pertokoan Kebon Dalem. Bila ingin mampir, datanglah pada pukul 07.30 hingga 18.00 WIB. Bila ingin menghindari keramaian, jauhi jam makan siang karena pada waktu itu kedai ini tengah dipadati pengunjung. (BNC/sumber http://hanumhapsari.blogspot.com dengan penyesuaian)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.