Hanya satu pasangan bakal calon mendaftar ke KPU Purbalingga, Pilkada terancam tertunda?

tasdi tiwiBanyumasNews.com – Hingga hari terakhir jadwal pendaftaran bakal calon bupati dan wakil Bupati Kabupaten Purbalingga, Selasa 28 Juli 2015 pukul 16.00 WIB, hanya ada satu pasangan bakal calon yang mendaftar ke KPU Kabupaten Purbalingga. Pasangan yang mendaftar adalah pasangan Tasdi dan Dyah Hayuning Pratiwi (Tasdi-Tiwi) sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Pasangan Tasdi-Tiwi didaftarkan pada pukul 14.35 WIB, yang diterima langsung oleh Ketua KPU Purbalingga Sri Wahyuni dan seluruh komisoner KPU Purbalingga. Sebelum datang ke KPU, digelar acara konfercabsus PDIP dan deklarasi koalisi partai-partai pendukung Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi (Tasdi-Tiwi) di GOR Mahesa Jenar Purbalingga.

KPU Kabupaten Purbalingga kemudian melakukan verifikasi rekomendasi pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar tersebut. Dari hasil verifikasi, ternyata hanya lima partai yang dinyatakan resmi mengusung pasangan Tasdi-Tiwi.

“Dari hasil penelitian secara administratif kami, ternyata pasangan yang diusung PDIP didukung lima partai politik. PDIP dengan jumlah kursi 11, Gerindra 7 kursi, PAN 4 kursi, PKS 5 kursi dan Nasdem 1 kursi,” kata Sukhedi, anggota KPU Purbalingga.

Artinya masih ada kemungkinan untuk pasangan lain mencalonkan diri sesuai dengan mekanisme pencalonan yang sudah ditetapkan melalui peraturan KPU Nomor 9 dan 12 tahun 2015 tentang pencalonan. Selain lima partai tersebut yang sudah terverifikasi, masih tersisa skitar 18 kursi untuk mengusung pasangan calon lain, sehingga terhindar dari calon tunggal di Pilkada Purbalingga 2015 ini.

Menurut Sukhedi sesuai peraturan yang berlaku mengenai pencalonan bupati dan wakil bupati, ada tiga syarat sah yang menentukan. Peraturan tersebut tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2015.

“Yakni, satu harus ada persetujuan dari masing-masing DPP partai politik atau rekomendasi. Kemudian persyaratan harus memenuhi 25 persen suara sah atau 20 persen dari jumlah kursi legislatif. Serta ketiga, kelengkapan legalitas pengurus di tingkat kabupaten,” tuturnya.

Sementara itu mengenai kemungkinan hanya akan ada calon tunggal dalam pilkada Purbalingga tersebut, calon Bupati Tasdi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Purbalingga, enggan berkomentar. Dia meminta masalah itu ditanyakan pada ketua tim pemenangannya, Bambang Irawan. ”Dia yang mengatur strategi pemenangan pemilu. Dia tentu sudah mempertimbangkan semuanya,” jelasnya dikutip ROL.

Dia berharap pelaksanaan pilkada di Kabupaten Purbalingga tidak sampai tertunda. ”Ya, saya berharap pilkada Purbalingga tidak sampai tertunda, karena pasangan calon bupati dan wakil bupatinya hanya satu. Tapi masalah itu tentu sudah dipikirkan tim pemenangan kami,” jelasnya.

Sekalipun dari hasil verifikasi KPU hanya 5 partai yang terverifikasi sah mendukung Tasdi-Tiwi, namun konstelasi politik yang berkembang di Purbalingga saat ini, hampir semua partai yang memiliki wakil di DPRD Purbalingga justru bergabung dalam koalisi yang mendukung pencalonan pasangan Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi. Tampak hanya PKB yang tidak hadir dan mencantumkan logo partai dalam acara deklarasi para pimpinan DPC / DPD partai-partai di GOR Mahesa Jenar Purbalingga. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.