Bahaya di balik menghisap shisha: 1 Jam hisap shisha setara menghisap 50 – 100 batang rokok

alat hisap shishaAda yang mengganti merokok dengan menghisap shisha, sejenis rokok yang berasal dari Arab. Dikira dengan menghisap shisha akan terhindar dari bahaya merokok. Sebuah pandangan yang keliru. Dikutip tribunenws, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan kecanduan rokok berasal dari Arab atau “Shisha” yang diduga mengandung narkoba lebih berbahaya 400-450 kali lipat daripada rokok. Nah!

Shisha memang tidak termasuk produk narkotika. Namun, memiliki bahaya tersendiri terhadap kesehatan seperti kanker paru, jantung, dan penyakit lainnya, Ini kata Kepala Bidang Pencegahan BNN Provinsi Bali, Ni Ketut Adi Lisdiani.

Ia mengatakan shisha yang memiliki rasa “mint” dan beraneka buah-buahan itu dapat menyebabkan ketergantungan dan harganya jauh lebih mahal dari sebungkus rokok. Menurut penelitian, menghisap shisha selama 30 menit sama artinya dengan menghirup 10 miligram karbonmonoksida lebih tinggi dibandingkan rokok. Selain itu menghisap Shisha selama 45 menit menghasilkan jumlah Tar 36 kali lebih banyak ketimbang merokok selama lima menit.

Ni Ketut Adi mengatakan shisha termasuk produk yang mengandung zat adiktif karena berbahan dasar tembakau dan dalam peredarannya termasuk produk legal yang dipandang sama dengan rokok.

bahaya shishaDr Louis Wang, dari Institut Penelitian Jantung Victor Chang dan Rumah Sakit St Vincent, Sydney, mengatakan 1 jam hisap shisha setara dengan menghisap asap rokok antara 50 – 100 batang rokok. Semua konsekwensi akibat merokok ada pada shisha.

Asap yang dikeluarkan dari pipa shisha diketahui mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan seperti timbal dan uranium. Shisha yang merupakan cara menghisap tembakau dengan berbagai rasa menggunakan pipa panjang. Shisha yang mulanya populer di negara Timur Tengah itu kini dapat dijumpai di sejumlah kafe di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Menurut peneliti, asap yang melewati air sebelum dihirup tetap membawa racun dari logam berat. Sejumlah tembakau merupakan tanaman yang dapat menyerap logam berat. Paparan logam berat dalam jangka panjang ini dapat meningkatkan risiko kanker.

Dikutip Kompas, para peneliti dari Universitas Yordania Jerman dan the Royal Scientific Society Amman-Jordan, menganalisis empat merek shisha tembakau yang cukup populer. Logam berat pada masing-masing shisha diuji, seperti tembaga, besi, kromium, timah, dan uranium.

“Tren merokok shisha meningkat tajam di kalangan muda dalam 10 tahun terakhir. Tidak hanya di Timur Tengah tetapi di seluruh dunia. Penelitian kami ini menambah bukti tentang bahaya shisha bagi kesehatan,” ujar peneliti dokter Akeel Al-Kazwini.

Menurut dia, penelitian ini juga untuk mematahkan klaim bahwa shisha lebih aman dari rokok. Sebab, asap yang melewati air ternyata tidak sepenuhnya menyaring logam berat.

Jumlah logam berat dalam air hanya 3 persen dari total logam berat. Sementara itu, jumlah logam berat 57 persen terbawa dalam asap dan 40 persen pada sisa abu.

Namun, peneliti menegaskan bahwa jumlah dan jenis logam berat pada daun tembakau bervariasi tergantung di mana penanaman tembakau tersebut.

Jadi masih mau menghisap shisha? (BNC/phd_)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.