Jalur alternatif jika tol Cipali macet parah

BanyumasNews.comInfo mudik 2015 sangat penting untuk para pemudik. Di musim mudik Lebaran 2015 ini ada yang fenomenal, yaitu beroperasinya tol terpanjang di Indonesia, tol Cikopo-Palimanan (Cipali), yang menjadi pusat perhatian para pemudik untuk bisa cepat sampai ke lokasi tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Para pengendara pun mulai Sabtu malam dan Minggu (12/07/2015), mulai mengantre di gerbang tol Cipali di Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat.

Jalan tol baru itu ternyata belum sebanding dengan jumlah volume kendaraan pemudik. Maka antrean pemudik pun mengular hingga KM 72, mencapai gerbang tol Cikampek. Saat ada peningkatan jumlah kendaraan Sabtu malam kemarin (11/7/15), jalur tol ini pun mengalami kepadatan parah.

antrean tol cipali (antarafoto)Ratusan kendaraan pemudik mengantre di gerbang tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (12/7). H-5 Lebaran gerbang tol Cipali sudah dipadati dengan antrean panjang pemudik hingga KM 72 atau mencapai gerbang tol Cikampek. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Terus bagaimana? Jalur atau rute alternatif mana yang harus ditempuh jika tol Cipali ternyata macet seperti ini? Tentu saja Anda yang akan ke Jawa Tengah bagian utara (Tegal, Pekalongan, Semarang, dan pantura Jawa Tengah dan Jawa Timur), bisa mengambil jalan pantura non-tol Jawa Barat selepas dari tol Cikampek – menuju Indramayu – Cirebon – Brebes Jawa Tengah.

Namun bagi Anda yang bertujuan ke Jawa Tengah bagian selatan (Cilacap, Kebumen, Purworejo), Yogyakarta, Solo dan Jawa Timur tengah/selatan, inilah daftar lengkap jalur alternatif di selatan yang bisa digunakan pemudik jika di Tol Cipali mengalami kemacetan pada puncak arus mudik:

simpang nagrek (antarafoto)Sejumlah kendaraan menuju arah jalur Cagak Nagreg, Kabupaten Bandung, Jabar, Minggu (12/7). H-5 Lebaran, volume kendaraan dari arah barat menuju Garut dan Tasikmalaya normal dan lancar yang didominasi kendaraan roda dua. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

– Pemudik melalui tol Cipularang, kemudian keluar dari Tol Cipularang di Pintu Tol Cileunyi dan keluar menuju arah Lingkar Nagrek menuju Garut.

– Jika di Simpang Nagrek ke arah Tasikmalaya via Gentong dan Ciawi terlihat lengang, pemudik bisa lurus ke arah Malangbong, Garut-Ciawi-Tasikmalaya-Cihaurbeuti-Ciamis-Banjar sampai ke Cilacap (Wanareja – Majenang – Wangon atau Wanareja – Sidareja – Cilacap), Jawa Tengah.

– Jika di Simpang Nagrek ke arah Tasikmalaya via Gentong dan Ciawi sudah terlihat padat merayap, pemudik bisa mengambil jalur alternatif Garut via Singaparna.

– Jalur Garut via Singaparna, Tasikmalaya, biasanya relatif kosong dan lancar dilalui kendaraan. Namun jalur ini memiliki banyak tikungan dan tanjakan tajam yang perlu diwaspadai para pengendara selama di perjalanan.

– Jalur Garut via Singaparna ini nantinya menuju Tasikmalaya Kota-Ciamis-Banjar dan Cilacap, Jawa Tengah, menyusuri jalur Selatan Jawa ke Yogyakarta dan sekitarnya.

Para pemudik tak perlu khawatir dengan lokasi peristirahatan apabila melalui jalur Selatan Tasikmalaya baik via Gentong maupun via Singaparna. Soalnya di sepanjang jalur tersebut terdapat beberapa Rest Area yang asri di pingir-pinggir jalan dengan suasana asri pesawahan dan pegunungan.

Kantor Polsek jadi rest area

Selain itu kantor- kantor polisi sektor (Polsek) di Tasikmalaya juga difungsikan sebagai rest area dan mempersilahkan pemudik yang kecapaian untuk istirahat di kantor-kantor Polsek. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Asep Saepudin, yang menyatakan setiap kantor Polsek yang lokasinya berada di sepanjang jalur mudik di wilayahnya bisa jadikan sebagai rest area pemudik yang melewati jalur Selatan via Gentong.

Pemudik yang kelelahan tak perlu sungkan untuk berhenti ikut beristirahat di kantor polisi. “Seluruh kantor Polsek di sepanjang jalur Gentong sampai ke Tasikmalaya yang lokasinya di pinggir jalan bias dijadikan Rest Area bagi para pemudik. Jadi kepada para pemudik jangan sungkan ikut beristirahat di kantor polisi,” kata Asep dikutip Kompas,  Sabtu (11/7/2015).

Asep menambahkan, jalur Selatan via Gentong, Tasikmalaya, diprediksi masih akan tetap ramai digunakan oleh para pemudik nantinya meski terdapat tol baru Cipali. Soalnya, ada beberapa daerah di Jawa Barat Selatan yang tak bisa dilalui oleh jalur tol terpanjang di Indonesia tersebut. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.